Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Features

Rona Nisrina Fikri, Pelajar yang Menggagas Sepeda Cerdas

25 Juni 2019, 08: 05: 59 WIB | editor : Perdana

UNIK: Rona Nisrina Fikri menunjukkan sepedanya yang dilengkapi sensor gerak kepala dalam lomba di Dishub Surakarta.

UNIK: Rona Nisrina Fikri menunjukkan sepedanya yang dilengkapi sensor gerak kepala dalam lomba di Dishub Surakarta. (SILVERTER KURNIAWAN/RADAR SOLO)

Share this      

Tidak banyak siswa pergi ke sekolah naik sepeda. Padahal, angka kecelakaan dengan korban pelajar di jalan raya cukup mengerikan. Berawal dari keprihatinan ini, akhirnya mendorong Rona Nisrina Fikri, pelajar SMA di Kota Solo ini membuat sepeda cerdas. Apa bedanya dengan sepeda biasa?

SILVESTER KURNIAWAN, Solo

PAGI itu, suasana sedikit berbeda terlihat di kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta. Beberapa siswa SMA didampingi guru masing-masing tampak sibuk menyiapkan segala keperluan lomba, seperti yang dilakukan salah satu peserta, Rona Nisrina Fikri. 

Siswi kelas XI SMA Al Islam 1 Surakarta ini merelalisasikan ide kreatifnya dalam bentuk sepeda cerdas. Rona mengklaim, sepeda ini memiliki keunggulan sensor gerak yang mampu menghidupkan lampu sein melalui gerakan kepala.

“Dengan menggerakkan kepala ke kanan, nanti lampu sein kanan akan hidup, begitu juga sebaliknya,” kata dia di sela kegiatan. 

Selain itu, dia juga membuat sistem keamanan dalam sepeda tersebut untuk antisipasi terjadi pencurian. Teknisnya, saat pemilik mau memakai sepeda kayuh ini, harus menempelkan kartu akses, kalau tidak, sepeda akan memunculkan alarm saat digunakan. “Dengan begini tindak pencurian bisa diantisipasi,” kata dia. 

Koran inipun makin penasaran apa yang membuat pelajar yang satu ini memunculkan ide sepeda cerdas itu. Namun belum sempat pertanyaan ini terlontar, Rona langsung meneruskan kalimatnya. “Alasan saya membuat ini karena banyak pelajar yang tidak mau menggunakan sepeda. Mereka lebih memilih naik motor daripada sepeda kayuh. Saya ingin sepeda jadi banyak digunakan para pelajar,” kata dia.

Dia paham, saat ini berangkat ke sekolah dengan bersepeda kerap dianggap tidak keren. Bahkan bisa dibilang cukup memalukan bagi kalangan anak SMA. Pandangan inilah yang coba ditangkal oleh Rona. 

“Bersepeda ke sekolah bukanlah hal yang tabu, bahkan tubuh bisa jadi lebih bugar dan pikiran makin fresh untuk menangkap semua pembelajaran di sekolah,” kata dia. 

Alasan inilah yang membuat siswa yang senang bersepeda ini pun mulai merakit sepeda cerdas kreasinya. Dibantu sang ayah, Rona mulai memetakan apa saja yang bisa dimodifikasi dari sepeda sederhana itu. 

“Ide dasarnya sebenarnya simpel. Saya kan apa-apa naik sepeda. Makanya saya ingin inovasi juga dalam bentuk sepeda. Nah, sama ayah saya kemudian diarahkan untuk ini dan itu,” papar dia. 

Selama 1,5 bulan, Rona dan ayah bergelut dengan alat-alat perbengkelan untuk menciptakan sepeda cerdas itu. Akhirnya, dari garasi rumahnya, Rona mampu merealisasikan ide sepeda cerdas tersebut. Maka ia pun sangat cakap saat mempresentasikan sepeda yang bisa menyalakan lampu sein dari gerakan kepala hingga memiliki lampu kota yang otomatis menyala saat gelap tersebut. 

“Yang ingin saya ubah itu paradigma anak sekolah, khususnya anak SMA yang masih di bawah umur. Lebih baik ke sekolah bersepeda lebih aman,” beber Rona.  

Dengan inovasi tersebut dia berharap bisa membuat anak muda termotivasi untuk menggunakan sepeda kayuh ketika ke sekolah. Sebab, tingkat kecelakaan di jalan raya menunjukkan kalau anak di bawah umur paling banyak mengalami kecelakaan di jalan raya. 

“Dari seribu pelajar SMA, hanya 100 orang yang memakai sepeda saat bersekolah. Saya ingn semuanya sadar dan tidak malu naik sepeda ke sekolah, makanya saya buat sepeda ini. Semoga inovasi ini dapat menambah minat anak muda menggunakan sepeda,” beber Rona.  (*/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia