alexametrics
Senin, 06 Jul 2020
radarsolo
Home > Klaten
icon featured
Klaten

Proses Verifikasi Berkas Lama,Antrean Calon Siswa Mengular

25 Juni 2019, 14: 25: 59 WIB | editor : Perdana

BERJUBEL: Antrian verifikasi berkas PPDB di SMAN 1 Klaten.

BERJUBEL: Antrian verifikasi berkas PPDB di SMAN 1 Klaten. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Proses verifikasi berkas dan pengambilan token penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA di Kabupaten Klaten dimulai, kemarin pagi (24/6). Sayangnya, calon siswa mengeluhkan lambatnya proses verifikasi. Seperti terlihat di SMAN 1 Klaten, salah satu sekolah yang termasuk favorit.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, antrean verikasi berkas dan pengambilan token mengular. Anya Natania Maheswari, 15, calon siswa mengaku tiba di lokasi sejak pukul 06.30. Raut kecewa tergambar di wajahnya. Sebab antrean cukup panjang. Padahal loket pengambilan nomor antrean baru dibuka pukul 07.00.

”Tadi (kemarin) sudah datang pagi, tapi ternyata proses PPDB kali ini ribet. Saya harus menunggu cukup lama untuk proses verifikasi berkas. Saya dapat nomor antrean 64, sampai pukul 11.00 belum juga dipanggil,” keluh Anya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Siswa lulusan SMP Krista Gracia Klaten ini cukup optimistis diterima di SMAN 1 Klaten. Karena terbantu aturan zonasi. Jarak rumahnya di Kampung Tegalsepur, Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah hanya 500 meter.

”Prosesnya saja yang saya keluhkan. Saya kira tadi bisa langsung daftar. Ternyata harus verifikasi berkas dulu dan mengambil token. Itu yang bikin lama. Ternyata animo calon siswa baru cukup tinggi untuk mendaftar di SMAN 1 Klaten,” bebernya.

Sulis Haryaka, 54, warga Kelurahan Klaten, Kecamatan Klaten Tengah juga mendaftarkan buah hatinya di SMAN 1 Klaten. Dia mengaku sudah datang ke lokasi sejak pukul 07.00. Tetapi dia mengaku anaknya datang lebih pagi bersama teman-temannya.

Dia berharap antrean verifikasi berkas dan pengambilan token tidak terjadi lagi saat pendaftaran, 1 Juli mendatang. Dia dan para orang tua calon siswa baru menginginkan adanya penyerdahanaan seluruh tahapan yang ada. ”Saya menilai PPDB kali ini semrawut prosesnya. Antreannya panjang. Saya dengar, sekitar pukul 8 pagi aplikasi dari pusat sempat erorr,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Klaten Aris Sutaka mengaku antrean verifikasi data sudah terjadi sejak pukul 05.00. Disebabkan kesalahan calon siswa dalam memahami tahapan verikasi berkas dan pengambilan token. Mereka menganggap sebagai urutan pendaftaran PPDB. ”Rata-rata orang tua masih bingung, sehingga datang pagi-pagi. Padahal loket baru dibuka pukul 07.00,” jelasnya.

Aris menambahkan, pihak sekolah sejatinya sudah melakukan upaya sosialisasi terkait mekanisme PPDB dan zonasi. Baik melalui website, mendatangi sejumlah SMP, dan mengundang para orang tua calon siswa ke sekolah. Tetapi masih saja ada orang tua dan calon siswa baru memilih berangkat pagi-pagi.

”Tahapan verifikasi berkas dan pengambilan token dilayani 24-28 Juni mulai pukul 07.00-15.00. Tidak dipungut biaya sama sekali. Cukup mengambil map yang disediakan panitia dengan membawa sejumlah persyaratan ke ruang verifikasi. Kami berikan nomor antrean biar tertib,” terangnya.

Terdapat enam ruangan yang disiapkan untuk verifikasi berkas. Empat ruangan untuk verikasi berkas bagi calon siswa baru yang masuk zonasi. Satu ruangan lagi untuk calon siswa baru berpretasi dalam satu zonasi. Sedangkan sisanya untuk calon siswa baru berpretasi dari luar zonasi, serta perpindahan tugas orang tua.

”Kami juga sediakan satu lab komputer untuk mengaktifkan token. Pendaftaran PPDB baru dilaksanakan 1-5 Juli mendatang,” urai Aris. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia