Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Jalur Alternatif Pedan dan Cawas Rawan Kecelakaan

25 Juni 2019, 14: 55: 59 WIB | editor : Perdana

BLACK SPOT: Titik rawan kecelakaan di ruas Jalan Raya Cawas-Pedan di Desa Mlese, Kecamatan Cawas.

BLACK SPOT: Titik rawan kecelakaan di ruas Jalan Raya Cawas-Pedan di Desa Mlese, Kecamatan Cawas. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Jalur alternatif penghubung Kecamatan Pedan dan Cawas dinilai rawan terjadi kecelakaan. Volume kendaraan di jalur ini cukup padat, terutama pada pagi hari. Salah satu titik rawan ada di tikungan Desa Mlese, Cawas.

”Kondisi jalannya bagus dan beraspal, serta diberi lampu penerangan yang cukup. Tetapi justru rawan terjadi kecelakaan,” jelas Gino, 66, warga sekitar kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (24/6).

Paling gres, terjadi kecelakaan yang menimpa Jumilah, 69, warga Desa Beji, Kecamatan Pedan. Pedagang kerupuk ini tewas setelah sepeda anginnya ditabrak pemotor. Sebulan sebelumnya, juga terjadi kecelakaan di lokasi yang sama. Seorang laki-laki yang mengendarai sepeda angin juga ditabrak sepeda motor.

”Dulu yang kecelakaan pertama, pelakunya mau tanggung jawab. Kalau yang pedagang kerupuk sepertinya jadi korban tabrak lari,” beber Gino.

Kepala Desa Beji, Kecamatan Pedan Marsidi menambahkan, jalan raya Pedan-Cawas memang cukup ramai dilintasi kendaraan. Tetapi diperburuk dengan ulah pengendara yang tidak melengkapi diri dengan safety.

”Biasanya saat melintasi jalan Cawas-Pedan ini, warga lokal banyak yang melepas helm. Nanti kalau sudah mengarah ke Kota Klaten, mereka baru pakai helm. Padahal ini jalan pinggiran, tetapi justru ramai dilintasi pengendara,” ucapnya.

Dia berharap ke depannya disiagakan petugas kepolisian di ruas jalan tersebut. Terutama pada pagi hari untuk mengatur lalu lintas saat warga hendak beraktivitas. Di sisi lain, keberadaan polisi dapat meningkatkan kedisiplinan para pengendara dalam tertib berlalu lintas. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia