Rabu, 17 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Bapak Tega Bacok 2 Putrinya, lalu Coba Bunuh Diri  

25 Juni 2019, 23: 01: 02 WIB | editor : Perdana

Warga mendatangi rumah Totok usai kejadian percobaan pembunuhan dan bunuh diri

Warga mendatangi rumah Totok usai kejadian percobaan pembunuhan dan bunuh diri

Share this      

SUKOHARJO - Apa yang dilakukan seorang bapak di Dusun Pandak RT 02 RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo ini benar-benar keterlaluan. Totok Suroto, 45, tega melakukan percobaan pembunuhan terhadap dua putrinya Alifia, 19, dan Jufita, 12. Kemudian, dia juga berniat bunuh diri.

Kejadian bermula saat Selasa (25/6) pagi, Tyastini Istiqomah, 25, mendengar ada suara teriakan anak kecil dari dalam rumah Totok. Tyastini langsung menggedor rumah Totok. Namun pintu rumah tetap terkunci. 

Tyastini kemudian melaporkan hal itu kepada tetangganya, Waluyo, 58, dan Sofyan, 68. Saat pintu dibuka paksa, mereka mendapati Totok dan Jufita dalam kondisi leher terjerat tali tambang yang digantung dengan tiang di dalam rumah.

Mereka lantas menolong Jufita dan Totok. Jufita saat ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ketika sedang menolong Jufita, Tyastini mendengar pelaku mengatakan, “Fia (Jufita) wis tak pateni (Fia sudah kubunuh)”. 

Mendengar hal itu, Waluyo dan Sofyan langsung mencari Fia. Fia ditemukan di rumah kosong sebelah rumah Totok dalam kondisi tak sadarkan diri dan bersimbah darah. Di kepala bagian depan terdapat luka menganga bekas bacokan benda tajam.

Sementara itu, setelah upaya bunuh dirinya gagal, Totok lantas mengambil pisau dapur dan berusaha menusukkan ke perutnya. Namun, berhasil dicegah Sofyan dan Waluyo. Warga lain lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Polokarto. 

“Saat kejadian, istri Totok sedang bekerja. Biasanya dia pulang pada sore hari,” ujar Wiji, tetangga Totok. 

Kapolsek Polokarto Polres Sukoharjo AKP Aris Dwi Handoko mengatakan, korban dan pelaku langsung dirujuk ke rumah sakit. “Kami mengamankan barang bukti berupa cangkul yang berlumuran darah, pisau dapur, dan tali tambang yang digunakan untuk gantung diri. Kasus ini sedang kami tangani,” terangnya. (rgl/bun)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia