Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Juara USBN Bebas Pilih Sekolah 

Berlaku Ranking 1-3 dan Piagam Prestasi

27 Juni 2019, 08: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Juara USBN Bebas Pilih Sekolah 

SOLO - Aturan penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMP Kota Surakarta mengalami revisi usai diterbitkan peraturan wali kota (perwali). Salah satunya mengenai kuota jalur prestasi sebesar 10 persen. 

Kuota ini diberikan bagi siswa yang memiliki prestasi kejuaraan berjenjang atau peraih juara 1, 2, dan 3 ujian sekolah berstandar nasional (USBN) di setiap sekolah. Mereka bebas memilih sekolah yang diinginkan, baik dalam maupun luar zona.

“Bagi siswa yang berprestasi di kejuaraan berjenjang dan juga juara USBN di sekolahnya harus memilih salah satu yang akan dipakai mendaftar di jalur prestasi. Tidak boleh dua-duanya. Tidak bisa dobel,” tegas Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surakarta, Bambang Wahyono kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Bambang menyebut bagi siswa peraih prestasi kejuaraan berjenjang, nilainya dikonversikan dan ditambahkan ke nilai USBN. Kejuaraan berjenjang yang bisa dikonversi nilai adalah FLSN, O2SN, Popda, Mapsi, atau Pramuka. 

“Misalkan ada anak yang memiliki prestasi kejuaraan berjenjang dan juga juara USBN di sekolahnya. Maka dia harus memilih salah satu yang akan dipakai mendaftar jalur prestasi,” sambungnya.

Dalam PPDB ini, siswa memiliki empat hak pilihan. Pilihan pertama dan kedua adalah sekolah di zona satu. Pilihan ketiga dan keempat adalah sekolah di zona dua. Apabila memakai jalur prestasi, siswa diberi hak memilih sekolah mana pun yang diinginkan. Namun, dia juga masih memiliki kesempatan pakai jalur regular dalam zonanya.

“Ketika anak memilih jalur prestasi, maka dia masih memiliki tiga pilihan reguler. Baik prestasi di dalam maupun luar zona,” imbuhnya.

Bambang mencontohkan, siswa bertempat tinggal di Kepatihan, Jebres memiliki kesempatan langsung diterima di zona satu ke SMPN 4, SMPN 26, dan SMPN 13. Jika siswa ingin mendaftar ke SMPN 8, bisa lewat jalur prestasi. Hanya saja hak siswa tersebut mendaftar ke jalur reguler tinggal tiga sekolah. Karena sudah terkurangi dengan jalur prestasi.

“Contoh lain si anak berada di zona satu SMPN 4 dan SMPN 26. Tapi anak itu pakai jalur prestasi ke SMPN 4. Otomatis hak jalur reguler anak itu ke SMPN 4 hilang. Karena sudah diambil melalui jalur prestasi. Maka hati-hati memilih sekolah di jalur prestasi,” tegasnya.

Lalu jika siswa mendaftar ke sekolah dalam zonanya menggunakan jalur prestasi, maka seleksi penerimaannya diprioritaskan yang mana? “Nanti nilai pendaftar di jalur prestasi akan di-ranking. Sistem akan menyeleksi untuk melihat nilai tertinggi. Kalau dia terdepak dari jalur prestasi, maka dia masih memiliki tiga kesempatan di jalur reguler,” terangnya.

Bambang berharap dengan adanya jalur prestasi ini dapat memacu siswa tetap greget dalam belajar. Sekaligus menghargai siswa yang memiliki nilai tinggi di sekolah. “Juga memberikan peluang lebih longgar bagi anak berprestasi. Mampu berkompetisi lebih dalam pembelajaran di SMP yang mereka pilih. Sekali lagi kami menyarankan untuk cermat dalam memilih sekolah di jalur prestasi ini. Sesuaikan dengan kemampuan,” imbaunya. (aya/bun)

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia