Senin, 19 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pemkot Tak Ikut Latah Tutup Warung Guk-guk

27 Juni 2019, 12: 10: 59 WIB | editor : Perdana

BEBAS JUALAN: Warung gukguk di Kota Bengawan belum akan ditertibkan.

BEBAS JUALAN: Warung gukguk di Kota Bengawan belum akan ditertibkan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Pemkot Surakarta tidak akan mengikuti langkah Pemkab Karanganyar yang akan menutup seluruh warung daging anjing alias guk-guk di wilayahnya. Selain dianggap tidak manusiawi, penutupan juga tidak didasari regulasi yang jelas. 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo menjelaskan, keberadaan warung guk-guk di Kota Bengawan relatif banyak.  Pemilik warung menggantungkan hidupnya dari berjualan daging anjing. Wali kota khawatir akan muncul dampak sosial dari penutupan sepihak tersebut.

“Saya nek nyambut gawe nganggo rasa. Saya bisa saja langsung tutup. Tapi apakah orang yang saya tutup warungnya itu masih bisa hidup atau tidak?,” katanya, Rabu (26/6).

Pria yang akrab disapa Rudy itu memilih untuk memberikan solusi konkrit terhadap persoalan perdagangan daging anjing. Pertama, dia meminta seluruh pihak untuk berpegang pada regulasi. Dalam undang-undang, tidak ada larangan menjual daging anjing, termasuk di dalamnya membuka warung daging anjing. 

Rudy ingin pihak-pihak yang mengetahui adanya regulasi yang mengatur wewenang pemkot melarang perdagangan daging anjing  untuk menjelaskan padanya. “Kami menutup warung itu regulasinya apa? Kalau ada regulasinya silakan tunjukkan, nanti kami tindaklanjuti,” terangnya.

Dalam waktu dekat dia akan melakukan pendalaman bersama dinas pertanian, ketahanan pangan dan perikanan (dispertan KPP) terkait perdagangan daging anjing. Wali kota ingin mengetahui persoalan sebenarnya di lapangan.

Sementara itu Kepala Dispertan KPP Surakarta Wenny Ekayanti berulang kali menegaskan bahwa larangan peredaran daging anjing tidak memiliki dasar dalam undang-undang. Terkait potensi penyebaran penyakit rabies, pihaknya mengaku secara rutin melakukan pengecekan terhadap seluruh anjing yang beredar di Kota Bengawan. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia