Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Penghuni Rusunawa Putri Cempo: “Kasure Apikmen, Napa Kula Saget Tilem”

27 Juni 2019, 12: 05: 59 WIB | editor : Perdana

NYAMAN: Penghuni Rusunawa Putri Cempo mengecek fasilitas mebeler yang diberikan pemkot.

NYAMAN: Penghuni Rusunawa Putri Cempo mengecek fasilitas mebeler yang diberikan pemkot. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pemkot membagikan kunci kamar rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Putri Cempo blok C dan D kepada sebanyak 66 warga terdampak penataan kota, Rabu (26/6). Penghuni rusunawa diminta menjaga seluruh fasilitas yang telah diberikan.

Pembagian kunci dilaksanakan di aula Rusunawa Putri Cempo blok C. Sebelumnya, seluruh calon penghuni rusunawa diberikan pengarahan terkait hak dan kewajibannya selama menempati aset pemerintah tersebut. Selanjutnya, mereka mengambil nomor undian untuk menentukan nomor kamar yang akan ditempati. 

Penghuni rusunawa blok C dan D mendapatkan satu unit kamar yang terdiri dari ruang tamu, dua kamar tidur, satu kamar mandi, satu ruang dapur dan ruang cuci. Juga dilengkapi sejumlah mebeler berupa lemari, satu dipan, kasur busa berukuran 160x200 sentimeter, serta dipan bertingkat dengan kasur busa berukuran 100x200 sentimeter.

Suminah, 59, menjadi penerima kunci rusunawa pertama. Warga Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres ini mendapatkan jatah satu kamar di blok D nomor 108. Ibu tiga putra ini mengaku bersyukur mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak dibandingkan dengan rumahnya.

Bahkan perempuan yang sehari-hari membuka lapak di selter Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) itu menganggap fasilitas di rusunawa terlalu mewah.

“Omah kok apike koyo ngene. Kasure apikmen, napa kula saget tilem (Rumah kok sangat bagus seperti ini. Kasurnya bagus, apa saya bisa tidur),” katanya sembari menepuk kasur busa di kamar.

Penghuni rusunawa lainnya Sumini, 62, warga Kandangsapi Kecamatan Jebres juga merasa terharu atas fasilitas yang diberikan pemkot. Selama ini, dia mengaku tinggal bersama menantunya di rumah kontrakan.

“Saya 40 tahun nyewa terus. Satu tahun Rp 3 juta. Lha niki satu bulan Rp 100 ribu ya kuat,” ujar ibu lima anak yang sedang menderita penyakit ginjal akut tersebut.  

Kepala UPT Rumah Sewa Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Surakarta Iswan Fitradias Pengasuh mengatakan, warga penghuni rusunawa yang baru mendapatkan kunci diminta segera membentuk paguyuban. Melalui paguyuban itu penghuni rusunawa menentukan segala bentuk kesepakatan selama menjadi penghuni.

“Tinggal kita lihat saja, kalau sekarang bersih dan bagus lalu beberapa bulan lagi jadi kotor, berarti paguyuban harus lebih serius menata anggotanya,” tegasnya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia