Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga

Satu Atlet Wushu Solo Lolos ke PON 2020

27 Juni 2019, 16: 05: 59 WIB | editor : Perdana

NAIK PODIUM: Fayla Maharani (kiri) menunjukkan medali emas kelas senior, didampingi Marten Pratama pelatih Wushu Kota Solo (tengah) dan Linggar Kusumo Nandao peraih medali perunggu senior.

NAIK PODIUM: Fayla Maharani (kiri) menunjukkan medali emas kelas senior, didampingi Marten Pratama pelatih Wushu Kota Solo (tengah) dan Linggar Kusumo Nandao peraih medali perunggu senior. (PENGKOT WUSHU SOLO FOR RASO)

Share this      

SOLO – Sebanyak 12 orang atlet wushu Solo tampil di Kejurnas Wushu sekaligus ajang kualifikasi PON XX/2020 Papua di GOR Sahabudin, Pangkalpinang, Bangka Belitung (23-27/6). Sejauh ini, tim wushu Solo sudah mengantongi 1 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.

Emas disumbangkan oleh Fayla Maharani (Daoshu senior). Empat perak Alexandra Calista (Taijijian senior), Linggar Kusumo (Nanquan senior), Fayla Maharani (Nanquan senior), dan Sherly W (Daoshu senior). Sementara lima perunggu disumbang oleh Theodora Rosa (Nanquan B), Sherly W (Nanquan senior), Alexandra Calista (Taijiquan senior), Linggar Kusumo (Daoshu senior), dan Fayla Maharani (Nangun senior).

Ketua Harian Pengkot Wushu Solo Bambang Sugeng mengatakan, kejuaraan ini sekaligus sebagai ajang kualifikasi PON. Tim Solo bergabung dengan atlet asal Jateng lainnya. Empat atlet berangkat ke  kejuaraan atas biaya pengprov wushu Jateng. Khusus Alexandra Kalista yang beberapa bulan sebelumnya mengikuti pelatnas Sea Games langsung tampil di kejurnas.

Sedangkan delapan atlet lainya termasuk 3 atlet junior juga akan memperkuat pengprov wushu Jateng. Targetnya bisa meraih medali bagi Jateng sekaligus lolos ke PON 2020. ”Bagi atlet junior untuk mencari pengalaman bertanding sebagai pelapis atlet-atlet senior,” jelasnya.

Sekretaris Pengkot Wushu Solo, Hananto menambahkan, di hari terakhir Kamis (27/6) ini masih ada lima materi yang akan dipertandingkan. Tidak menutup kemungkinan, kontingen Solo maupun Jateng akan kembali meraih medali.

”Jadi masih ada peluang untuk menambah medali lagi,” jelasnya.

Pelatih Wushu Solo, Marten Pratama menambahkan, kejuaraan berjalan ketat. Persaingan antar kontingen merata. Atlet Solo juga harus bersaing dengan atlet dari kontingen unggulan, seperti DKI, Jawa Timur, dan Jabar.

”Persaingan sangat berat karena mewakili best of the best nya provinsi masing-masing. Apalagi yang senior harus bersaing dengan atlet-atlet pelatnas,” jelas Marten.

Sejauh ini, satu atlet Solo dipastikan sudah lolos ke PON XX/2020 Papua, yakni Fayla Maharani. Hasil itu diraih setelah atlet binaan Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) ini mendapat medali emas.

”Di kelas Nanquan besar kemungkinan Linggar Kusumo Nandao menyusul lolos. Saat ini (kemarin,Red) masih diakumulasi nilainya,” terangnya. (adi)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia