Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Penganiayaan 2 Anak oleh Bapak, Korban & Pelaku Belum Stabil & Trauma

27 Juni 2019, 18: 25: 26 WIB | editor : Perdana

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi masih terus mendalami motif pelaku melakukan penganiayaan dua putrinya

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi masih terus mendalami motif pelaku melakukan penganiayaan dua putrinya

Share this      

SUKOHARJO - Kasus penganiayaan oleh bapak kandung di Dukuh Pandak RT 2 RW 2 Desa Jatisobo, Kecamatan Pulokaerto masih dalam pemeriksaan Polres Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan, fokus saat ini adalah pemulihan kondisi salah satu anak sekaligus korban Alifia, 19, dan pelaku Totok Suroso, 45.

”Kita kategorikan arahnya ke penganiayaan. Sampai hari ini kami masih menunggu kondis pelaku dan korban, serta terduga korban,” terang Iwan Kamis (27/6).

Alifia diketahui mengalami luka yang cukup serius di bagian kepala depan akibat benda tumpul. Sementara Totok mengalami luka di bagian perut. Selain itu, baik korban dan pelaku juga mengalami trauma. 

”Oleh karena itu, kami lakukan pengamanan di rumah sakit untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Karena terduga pelaku saat itu berniat bunuh diri, dikhawatirkan akan kembali berlaku demikian,” imbuhnya.

Lantaran belum dilakukan pemeriksaan, sehingga polisi pun belum bisa mengetahui motif pelaku. Namun Iwan menjelaskan, kemungkinan dikarenakan ekonomi.

”Tentu kami masih mendalami lebih lanjut. Karena tidak menutup kemungkinan pula kasus ini termasuk pada tindak percobaan pembunuhan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Totok Suroto, 45, warga Dusun Pandak RT 02 RW 02, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto melakukan percobaan pembunuhan terhadap dua putrinya Alifia, 19, dan Juvita, 12, pada Selasa (25/6). Kemudian, dia juga berniat bunuh diri.

Saat kejadian, salah seorang tetangga pelaku mendengar teriakan dari dalam rumah. Saat pintu didobrak warga sekitar, mereka mendapati Totok dan Juvita dalam kondisi leher terjerat tali tambang yang digantung dengan tiang di dalam rumah. Juvita dalam kondisi tidak sadarkan diri. Sementara Alifia ditemukan di rumah kosong sebelah rumah Totok dalam kondisi tak sadarkan diri dan bersimbah darah dengan luka serius di kepala. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia