Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Razia Tempat Hiburan Malam, Tiga Pengunjung Positif Narkoba

28 Juni 2019, 08: 40: 59 WIB | editor : Perdana

DISISIR: Petugas BNK Surakarta bersama tim gabungan merazia sejumlah tempat hiburan malam di Kota Solo, dini hari kemarin (27/6).

DISISIR: Petugas BNK Surakarta bersama tim gabungan merazia sejumlah tempat hiburan malam di Kota Solo, dini hari kemarin (27/6). (ISWARA BAGUS N/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Tempat hiburan malam di Kota Bengawan masih menjadi salah satu lokasi rawan peredaran narkoba. Buktinya, hasil tes urine yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Surakarta terhadap pengunjung dan pekerja tempat hiburan malam itu, tiga orang positif mengonsumsi zat adiktif. 

Sebelumnya pada Rabu malam (26/6) hingga Kamis dini hari (27/8), BNK Surakarta menggelar razia di beberapa tempat hiburan malam di Kota Bengawan. Petugas kemudian melakukan tes urine kepada 72 pengunjung dan pekerja tempat hiburan itu. Hasilnya tiga diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, sidak pertama dilakukan aparat gabungan BNK, TNI-Polri, dan Satpol PP Surakarta ini bergerak ke lokasi karaoke yang berada di ruas Jalan DI Panjaitan. Tiba di lokasi petugas langsung memeriksa dan menggeledah tas pengunjung serta pekerja tempat itu.

Hal serupa juga dilakukan di tempat karaoke di ruas Jalan Ahmad Yani. Di dua lokasi tersebut, petugas tidak menemukan adanya penyalahgunaan narkotika. Pengunjung yang urine mereka positif mengandung sabu didapat petugas dari lokasi karaoke ketiga yang berada di ruas Jalan Yosodipuro. Ketiganya berada di satu ruang yang sama.

Setelah dinyatakan urine ketiganya positif mengandung narkotika, ketiganya langsung diamankan. Kendaraan mereka juga digeledah, namun tidak ditemukan benda-benda yang mengarah ke narkotika. 

Dijumpai di lokasi, Plt Kepala BNK Surakarta AKBP Edison Panjaitan membenarkan tiga pengunjung tempat hiburan malam di Jalan Yosodipuro positif menggunakan narkotika karena setelah dites, terdapat zat amfetamin dan metamfetamin dalam kandungan urine ketiganya

“Tiga orang yang merupakan pengunjung itu terdiri dari dua laki-laki dan seorang perempuan, yakni C, IK, dan DA. Ketiganya warga Solo, Karanganyar dan Klaten. Salah seorang di antaranya yakni C merupakan residivis yang beberapa waktu lalu baru keluar penjara setelah menjalani hukuman  selama 1,5 tahun,” ujarnya.

Dia menegaskan setelah ditemukan tiga orang positif menggunakan narkotika, BNK Surakarta segera menyelidiki kasus itu lebih intensif. Pihaknya akan menggeledah rumah tiga orang itu. Apabila ditemukan barang bukti narkotika proses kasus itu meningkat ke penyidikan.

Edison menegaskan proses assessment tidak membutuhkan waktu lama. Proses itu untuk mengetahui tingkat ketergantungan para pengguna narkotika. Apabila saat assessment pengguna narkotika memiliki ketergantungan maka wajib direhabilitasi rawat inap. Namun, apabila masih tahap coba-coba rehabilitasi secara rawat jalan.

“Kemarin malam kami juga langsung menggeledah salah satu hotel di Solo tempat ketiganya menginap. Saat ini mereka masih kami amankan dan dititipkan di salah satu panti rehabilitasi di kawasan Sumber yang selama ini menjadi mitra kami. Setelah assessment keluar baru kita bisa laksanakan langkah berikutnya,” papar Edison.

Ditambahkan Edison, BNK Surakarta tidak pernah berhenti menyosialisasikan terkait bahaya menggunakan dan mengedarkan narkotika. Dia juga memasang stiker penolakan terhadap penggunaan dan peredaran narkotika di pintu-pintu masuk tempat hiburan malam. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia