Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

 Agen Reformasi Birokrasi Kurang “Galak”

28 Juni 2019, 14: 35: 59 WIB | editor : Perdana

SEREMONIAL: Pengukuhan agen reformasi birokrasi periode 2019-2021

SEREMONIAL: Pengukuhan agen reformasi birokrasi periode 2019-2021 (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Keberadaan agen reformasi birokrasi di jajaran pemkot dinilai kurang optimal. Artinya belum banyak melakukan perubahan ke arah yang lebih baik.

Demikian disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Surakarta Eny Tyasni Suzana saat memberi laporan pada pengukuhan agen reformasi birokrasi periode 2019-2021 di Hotel Megaland, Kamis (27/6).

Eny menyebut agen birokrasi periode 2017 baru mampu melakukan perubahan di lingkungan paling kecil. “Kami mohon maaf karena belum melakukan perubahan signifikan. Sebab tidak ada keberanian melakukan perubahan di tingkat OPD (organisasi perangkat daerah). Tetapi di tingkat seksi dan bidang sudah (ada perubahan lebih baik, Red),” katanya.

Semestinya, lanjut dia, capaian kecil di tingkat seksi dan bidang harus dilaporkan kepada kepala OPD agar mendapatkan respons yang baik. 

Untuk mengefektifkan peran agen perubahan, pemkot menambah dan mengisi dengan agen baru di masing-masing OPD. Untuk periode 2019 hingga 2021 total ada 116 agen reformasi birokrasi yang dikukuhkan.

“Karena banyak agen di OPD yang memasuki masa pensiun dan terkena mutasi sehingga harus menambah personel baru agar sebarannya merata,” imbuhnya.

Dia berharap agen reformasi birokrasi yang baru memiliki dedikasi tinggi, memberikan motivasi dan inovasi kepada ASN di OPD masing-masing, serta mampu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. 

Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo berpesan agar agen reformasi birokrasi yang dikukuhkan mulai melaksanakan perubahan dari diri sendiri. Misalnya datang ke kantor tepat waktu, menjaga kebersihan, serta menjadi pelayan bagi masyarakat. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia