Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

BPBD Andalkan Disabilitas di Dapur Pengungsian

28 Juni 2019, 15: 06: 51 WIB | editor : Perdana

DIMATANGKAN: Gladi kluster dapur umum melibatkan relawan di Kantor BPBD Klaten, kemarin (27/6).

DIMATANGKAN: Gladi kluster dapur umum melibatkan relawan di Kantor BPBD Klaten, kemarin (27/6). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Unit Layanan Disabilitas (ULD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten terus berupaya meningkatkan kapasitas para relawannya. Salah satunya ketika dipercaya untuk berkontribusi di dapur umum. Tugas utamanya menyajikan makanan saat terjadi bencana.

Ketua ULD BPBD Klaten Setyo Widodo mengatakan, pihaknya bersama 25 relawan pernah menggelar pelatihan serupa sebanyak dua kali. Ditekankan bagaimana menyiapkan dapur umum serta menyajikan makanan bagi para pengungsi.

”Ditekankan pada manajemen di kluster dapur umum seperti apa? Bagaimana menganalisa kebutuhan makanan yang akan disajikan? Hal itu yang jadi fokus utama pelatihan,” kata Widodo kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (27/6).

ULD aktif melakukan pelatihan secara teori dan praktik di tengah keterbatasan fisik. Seluruh relawan penyandang disabilitas berbagi peran masing-masing. Menyesuaikan kebutuhan di dapur umum.

BPBD berharap melalui pelatihan itu, proses penanganan bencana lebih sigap. Mengingat saat ini para relawan disabilitas telah diberi peran di sektor dapur umum saat kondisi darurat. Tak hanya itu saja, ULD BPBD Klaten juga dilibatkan dalam pendataan di kawasan rawan bencana (KRB) III.

”Misalnya saja melakukan pendataan pascabencana, terutama terkait kebutuhan pengungsi. Di sisi lain, kami belajar ke Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BBPTKG). Untuk mengetahui kondisi Gunung Merapi berikut statusnya saat ini,” ungkap Widodo.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten Sri Yuwana Haris Yulianta menambahkan, koordinasi terus dilakukan dengan seluruh jajaran dan para relawan. Apalagi, perkembangan status waspada Gunung Merapi sudah berjalan lebih dari setahun. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia