Selasa, 20 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Pertebal Pengamanan Titik Rawan Konflik

28 Juni 2019, 15: 15: 33 WIB | editor : Perdana

SIAGA: Gelar pasukan di Alun-Alun Kidul Boyolali.

SIAGA: Gelar pasukan di Alun-Alun Kidul Boyolali. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, jajaran Polres Boyolali, Kodim 0724/Boyolali, dan organisasi kemasyarakatan (ormas) melaksanakan gelar pasukan, kemarin pagi (27/6). Berlangsung di di Alun-Alun Kidul Boyolali. Gelar pasukan ini untuk persiapan pengamanan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak, Sabtu (29/6).

Pilkades serentak diikuti 228 desa.  Kapolres Boyolali AKBP Kusumo Wahyu Bintoro menjelaskan, akan menerjunkan 835 personel. ”Kami mendapat back-up dari Polda Jateng dan sejumlah polres sebanyak 600 personel. Jadi dari Polri total ada 1435 personel. Ditambah 500 personel Kodim 0724/Boyolali. Kami siap mengamankan jalannya pilkades serentak di Kabupaten Boyolali,” tegas kapolres kepada Jawa Pos Radar Solo.

Pengamanan di desa rawan konflik bakal dipertebal. Dikerahkan 10 anggota polisi plus 2 TNI dan sejumlah linmas. Sedangkan di desa dengan kategori aman, hanya diterjunkan 2 personel polisi dibantu seorang anggota TNI dan seorang linmas.

”Kategori rawan yang dimaksud, daerah tersebut ada indikasi bentrok antarpendukung. Kami secara keseluruhan sudah memberikan imbauan dan pertemuan. Kami harapkan untuk masyarakat dan para calon ini, bisa menerima apa pun hasilnya,” imbau kapolres.

Wakil Bupati (Wabup) Boyolali M. Said Hidayat dalam sambutannya mengatakan, kesiapan aparat pengamanan harus ditingkatkan. ”Semoga dapat terpilih kepala desa yang benar-benar dapat mewujudkan pembangunan. Sehingga langkah maju Kabupaten Boyolali dapat dilaksanakan dengan lebih cepat dan lebih baik,” ungkapnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia