Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Sidak PPDB, Ganjar Selesaikan Persoalan Siswa 3 Menit Saja

28 Juni 2019, 20: 53: 29 WIB | editor : Perdana

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendengarkan berbagai keluh kesah calon siswa SMA terkait proses pendaftaran

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendengarkan berbagai keluh kesah calon siswa SMA terkait proses pendaftaran

Share this      

SOLO - Wajah Rizka Yuliani Nur Fadilah pucat. Ia hanya terduduk lesu kala didekati Gubernur Jateng Ganjar Pranowo pada Jumat (28/6). Dengan terbata-bata ia mengadukan pupusnya impian bersekolah di SMAN 1 Surakarta. 

Pelan-pelan, Ganjar yang kala itu mengunjungi SMAN 1 Surakarta mendengarkan penuturan Rizka. Ternyata dia tak bisa mendaftar di SMAN 1 Surakarta karena sudah pernah mendaftar di sebuah SMK. Sistem yang terkoneksi online otomatis menolak pendaftarannya. 

"Jangankan diterima, mendaftar saja tidak bisa," kata Rizka.

Ganjar kemudian meminta panitia PPDB memberi penjelasan. Rizka baru sadar bahwa calon siswa tidak bisa mendaftar dua kali di SMK dan SMA. Ia harus memilih salah satu. 

"Kalau kamu sekarang memilih SMA, maka harus mencabut berkas pendaftaran di SMK," kata salah seorang panitia PPDB. 

Rizka mengaku sangat ingin bersekolah di SMA. Namun, ia kehabisan waktu. Ini hari terakhir pendaftaran akun calon siswa dan waktu sudah menunjukkan pukul 14.30. Tidak mungkin dalam setengah jam ia mencabut berkas di SMK, kemudian balik lagi ke SMAN 1. 

Melihat kesungguhan Rizka, Ganjar pun meminta panitia PPDB membantu. Rupanya tidak butuh waktu lama karena sistem terkoneksi online. Dalam tiga menit, akun pendaftaran di SMK diblokir dan Rizka bisa mendaftar di SMA 1.

"Alhamdulillah, terimakasih Pak gubernur," ucap Rizka.

Ganjar mengatakan, persoalan PPDB online tahun ini memang cukup pelik. Sehingga pemerintah harus ekstra membantu masyarakat agar tidak ada kecemasan. Persiapan untuk PPDB online di Jateng juga tidak hanya hari ini, namun sudah jauh-jauh hari. 

"Termasuk penyiapan teknologi. Semuanya sudah diuji coba. Contoh teknis, tadi ada anak tidak bisa mendaftar ke SMA karena sudah daftar ke SMK. Saya senang ternyata dengan telepon saja masalah ini selesai. Hanya dalam waktu tiga menit tadi selesai, tanpa harus lari-lari," kata Ganjar.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak usah khawatir dan tidak perlu antre ke sekolah. Begitu pula, pihak sekolah harus tetap mengantisipasi jika ada masyarakat yang mungkin masih takut atau kurang percaya diri saat mendaftar online. 

”Maka harus ada yang mendampingi dan diberikan ruang untuk bantuan," tegas Ganjar. (bay/ria)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia