Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Waspada Wabah Hepatitis A Terjadi Pacitan, Daerah Perbatasan Dipantau

01 Juli 2019, 14: 28: 09 WIB | editor : Perdana

Waspada Wabah Hepatitis A Terjadi Pacitan, Daerah Perbatasan Dipantau

WONOGIRI – Hepatitis A mewabah di Kabupaten Pacitan beberapa hari ini. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung, Kabupaten Wonogiri juga mewaspadai penularannya.

Hepatitis A adalah peradangan organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A. Infeksi yang akan mengganggu kerja organ hati ini dapat menular dengan mudah, melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi virus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma mengatakan, antisipasi terhadap kemungkinan penularan Hepatitis A dari Pacitan sudah dilakukan. UPTD Puskesmas di daerah perbatasan dengan Pacitan diminta meningkatan pengawasan.

”Untuk sampai saat ini belum ada laporan adanya peningkatan kasus Hepatitis A di wilayah Kabupaten Wonogiri," kata Adhi Dharma, Minggu (30/6).

Adhi Dharma mengaku mendapatkan informasi bahwa Pemkab Pacitan sudah menetapkan wabah Hepatitis A sebagai kejadian luar biasa. Penelitian terhadap penyebab penyebaran virus sudah dilakukan. Yakni melalui sumber air bersih yang digunakan secara bersama oleh masyarakat.

”Daerah yang sulit air didroping melalui tangki dengan air yang sudah terpapar virus Hepatitis A,” katanya.

Lalu juga menyebar melalui makanan atau minuman yang dijual pada warung yang saat memasak menggunakan air yang sudah terjangkit virus Hepatitis A. Serta melalui alat makan atau minum yang pernah digunakan oleh penderita Hepatitis A.

”Imbauan kami tetap berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama aktivitas kuliner. Selalu mewaspadai makanan maupun sarana penyajiannya harus tetap terjaga hygienis dan sanitasinya. Dipastikan juga harus cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum menjamah makanan,” kata Adhi Dharma.

Dia menambahkan, pengendalian faktor risiko Hepatitis A dilakukan melalui Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) secara benar pada saat kritis. Yaitu sebelum makan, sebelum mengolah dan menghidangkan makanan, sebelum menyusui, sebelum memberi makan bayi/balita, sesudah buang air besar/kecil, dan sesudah memegang hewan/unggas.

Lalu menjaga kebersihan makanan sebelum dimasak. Jika memasak makanan sampai matang, minimal suhu 85 derajat celcius. Terutama daging, ayam, telur, dan makanan laut. Serta memanaskan makanan yang sudah matang dengan benar.

”Perhatikan juga menyimpan makanan di suhu aman jangan menyimpan makanan di suhu ruangan terlalu lama. Memasukan makanan yang ingin disimpan ke dalam lemari pendingin, tapi jangan menyimpan makanan terlalu lama di dalam lemari pendingin," ujarnya. (kwl/adi)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia