Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Satpol PP Jaring 16 PGOT dari Luar Daerah

01 Juli 2019, 16: 39: 57 WIB | editor : Perdana

DIBINA: Belasan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) ditangkap Satpol PP Sukoharjo.

DIBINA: Belasan pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT) ditangkap Satpol PP Sukoharjo. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)

Share this      

SUKOHARJO – Satpol PP menggelar razia pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) di Car Free Day (CFD) Alun -alun Satya Negara Sukoharjo, kemarin (30/6). Hasilnya sebanyak 16 PGOT digelandang ke kantor Satpol PP.

Kepala Bidang Penertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat (Tibum Tranmas) Wardino menjelaskan, razia dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait banyaknya PGOT yang berkeliaran di CFD.

”Masyarakat merasa terganggu. Sedang makan di warung, tiba-tiba mereka (PGOT,Red) datang. Jadi mereka merasa risih,” terang Wardimo.

Razia dilakukan dua tahap. Tahap pertama menjaring 11 PGOT. Kemudian kembali mengamankan lima PGOT. Mereka kemudian digelandang ke kantor Satpol PP untuk mendapatkan pembinaan. Diketahui, mereka bukan dari wilayah Sukoharjo.

”Mereka justru datang dari luar daerah Sukoharjo. Dan kebanyakan malah dari Solo. Mereka kemudian diberi pembinaan dan menulis surat pernyataan. Setelah itu diperbolehkan pulang. Namun ada satu PGOT yang kami larikan ke Yayasan Sinai di Grogol karena kurang waras,” terangnya.

Wardimo mengingatkan mereka untuk tidak lagi berkeliaran di wilayah Sukoharjo. Jika kemudian tertangkap lagi, maka akan disidangkan tipiring atau dikirim ke Yayasan.

”Kami akan terus melakulan razia. Terutama di Solo Baru sampai Kleco dan Ngasem, serta di Kartasura yang masih banyak ditemukan PGOT,” tandas Wardimo. (rgl/adi)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia