Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Pendaftaran Siswa Baru, Sekolah “Favorit” Tetap Diserbu 

02 Juli 2019, 14: 50: 07 WIB | editor : Perdana

Pendaftaran Siswa Baru, Sekolah “Favorit” Tetap Diserbu 

MESKI sudah ada imbauan agar seluruh pendaftar tetap tenang dan tidak tergesa-gesa saat mendaftar, faktanya di lapangan berbeda.  Calon siswa tetap percaya anggapan siapa cepat dia dapat. Belum genap pukul 06.00, pendaftar sudah mulai berdatangan ke sekolah tujuan. SMPN 1 Surakarta bahkan sudah diserbu pendaftar sejak pukul 05.00 WIB.

“Gerbang belum dibuka tapi sudah ada yang datang. Ya namanya anak SD mau daftar ke SMP pasti inginnya cepat daftar. Mungkin seperti itu anggapannya,” kata Ketua PPDB SMPN 1, Waluyo Sudadi, kemarin.

Waluyo mengatakan, proses pendaftaran PPDB di sekolahnya berlangsung lancar. Tidak ada kendala yang berarti. Menurutnya, pendaftar sudah cukup paham terkait aturan PPDB dengan sistem zonasi ini. Cukup mengandalkan kartu keluarga (KK) sudah beres. Dia mengaku ada beberapa pendaftar yang sempat terhambat lantaran dalam KK tertulis statusnya sebagai anak tiri. Namun jumlahnya tidak banyak.

“Kalau ada surat keterangan pasti kami bantu prosesnya. Sesuai amanat dari dinas pendidikan, jangan sampai mempersulit pendaftar. Harus dibantu agar prosesnya mudah,” jelasnya.

Hari pertama pendaftaran, Waluya menerima 240 pendaftar. Pihaknya membuka 12 ruang. Masing-masing dipenuhi oleh 20 pendaftar. Hari kedua, dia tidak bisa memprediksi apakah pendaftar masih seramai ini atau berkurang.

“Yang jelas kami sampaikan ke mereka bahwa tidak perlu datang pagi-pagi sekali. Datang saja seperti biasanya saat jam kerja,” imbaunya.

Fenomena pendaftar yang datang pagi-pagi buta pun dialami SMPN 4. Proses pendaftaran baru dibuka dan dilayani pukul 07.00. Namun antrean sudah mengular sejak pukul 06.00. Artinya, para pendaftar sudah datang sebelum jam itu.

“Mungkin pendaftar masih merasa khawatir dan waswas melihat kasus di SMPN 1 Tawangmangu beberapa waktu lalu. Makanya mereka memilih datang pagi-pagi agar bisa dapat antrean awal. Cepat selesai juga,” ungkap Ketua PPDB SMPN 4, Sri Sugiyarti.

Hari pertama pendaftaran, dia menerima 320 pendaftar. Awalnya, dia dan panitia hanya menyiapkan 13 ruang. Masing-masing diisi 20 pendaftar. Namun karena antusiasme pendaftar tinggi, panitia membuka tiga ruang lagi. Menjadi 16 ruang. 

“Mungkin besok (hari ini) akan tetap 16 ruang juga. Kami akan melihat animo pendaftar dulu. Baru kami sesuaikan. Yang penting pendaftar nyaman dan tida merasa kesulitan,” ujarnya. 

 Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo kembali menegaskan jaminan terhadap seluruh warganya bisa mendapatkan sekolah. Dia meminta masyarakat tenang selama masa PPDB2019.

Hal itu disampaikan Rudy saat menerima kabar masih ada sejumlah orang tua siswa yang mengantre sejak dini hari. Pria berkumis itu memastikan tidak ada warga Solo yang sampai menginap di sekolah. 

“Saya jam satu malam (dini hari) pulang dari Pucangsawit muteri sekolahan-sekolahan itu tidak ada yang sampai menginap. Jangan suka mendramatisasi situasi, baik di medsos (media sosial) maupun di perbincangan langsung,” katanya.

Jika ada yang melakukan itu, lanjut Rudy, dapat dipastikan bukan warga Solo. Sebab, pemkot telah koordinasi secara intensif dengan dinas pendidikan dan organisasi perangkat daerah (OPD) lain untuk memberikan informasi dengan gambling kepada masyarakat terkait PPDB.

“Sudah saya perintahkan camat dan lurah agar menjelaskan kepada seluruh warga di lingkungannya. Jumlah kursi di Solo ini turah kalau hanya menampung warga Solo saja,” tegasnya.

Hal itu juga menyangkut prosentase bagi siswa berprestasi. “Nek mung ranking 1, 2, 3 tidak sampai 10 persen. Pasti cukup nanti. Ini SD dan SMP lho ya,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Etty Retnowati juga memberikan jaminan ketersediaan kuota untuk seluruh siswa yang berasal dari Kota Surakarta. Bahkan jika ada seorang siswa yang tercecer, pemkot yang akan bertanggung jawab mencarikan sekolah. (aya/irw/bun)

(rs/aya/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia