Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Usia Produktif Dominasi Kasus Sabu, Enam Bulan Tangkap 115 Orang

02 Juli 2019, 15: 02: 17 WIB | editor : Perdana

TAK ADA HABISNYA: Barang bukti dan tersangka narkoba yang diamankan polresta Surakarta

TAK ADA HABISNYA: Barang bukti dan tersangka narkoba yang diamankan polresta Surakarta (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Sudah ada yang dihukum mati, atau overdosis yang ujung-ujungnya nyawa melayang. Tapi, pengedar dan pengguna narkoba tidak pernah kapok. Termasuk di Kota Solo.

Selama setengah tahun terakhir, Satnarkoba Polresta Surakarta mengungkap 97 kasus dengan jumlah tersangka 115 orang. Adapun barang bukti sabu-sabu sebanyak 287 gram.

“Rata-rata di Solo masih pengguna. Pelaku masih dalam kategori usia produktif, yaitu antara 18 hingga 35 tahun,” terang Kasatnarkoba Polresta Surakarta Kompol Sugiyo mewakili Kapolresta Surakarta Kombespol Ribut Hari Wibowo, Senin (1/7).

Selain sabu-sabu, jenis narkotika yang dikonsumsi pelaku yakni ganja. “Ada ganja jenis tembakau gorila. Namun jumlahnya hanya dua kasus. Jenis narkotika ini masih jarang di Solo,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Sugiyo, Solo bukan lagi kota transit narkoba. Tapi sudah menjadi pasar peredaran barang haram tersebut. Modus yang sering digunakan, kurir meninggalkan sabu di lokasi tertentu untuk diambil pembeli.

“Transaksi memanfaatkan pesan singkat. Namun setelah diamankan, nomor dari pengedar tidak bisa dihubungi lagi,” terangnya.

Beragam upaya dilakukan kepolisian memerangi penyalahugunaan narkoba. Di antaranya memetakan daerah “merah”, bekerja sama dengan elemen lain, gencarkan sosialisasi ke sekolah, dan  sebagainya.

“Berbagai upaya telah kami lakukan, mulai dari sosialisasi hingga tindakan tegas. Kami mengimbau masyarakat menjauhi obat-obatan terlarang,” tandas dia. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia