Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

PPDB SMA/ SMK Hari Pertama, Temui Kendala Ortu Diminta Tenang

02 Juli 2019, 16: 06: 12 WIB | editor : Perdana

PPDB SMA/ SMK Hari Pertama, Temui Kendala Ortu Diminta Tenang

SUKOHARJO – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMA/SMK, Senin (1/7) menemui beberapa kendala. Namun, calon siswa dan orang tua diminta tetap tenang karena pihak sekolah telah menindaklanjutinya.

Trouble di antaranya ditemui di SMAN 1 Sukoharjo. Yakni server yang sempat down pada malam pendaftaran. Selanjutnya ada beberapa siswa yang mendaftar di dua jalur zonasi tapi hanya tertera di satu jalur, hingga nilai piagam yang tidak muncul di server.

Agustin, orang tua murid mengaku bingung karena anaknya yang mendaftar di dua jalur zonasi prestasi dan jalur zonasi hanya terdaftar di satu jalur. ”Ketika dicek hanya terdaftar dalam satu jalur saja, jalur prestasi," katanya ditemui di SMAN 1 Sukoharjo.

"Piagamnya (prestasi, Red) tidak terhitung. Malah ousing kalau pendaftaran ini. Kurang paham masalah zonasi itu. Lebih mudah kalau pakai NEM saja," imbuh Agustin.

Tidak hanya Agustin, kebingungan juga dialami Sartini, wali murid yang mendaftar di SMAN 3 Sukoharjo. "Pendaftaran online-nya anak sudah tahu dan bisa mendaftar mandiri. Namun masih bingung masalah pergeseran yang masuk (terdaftar) itu dan masih bingung masalah jalur zonasi prestasi dan jalur zonasi itu," kata warga Polokarto tersebut.

Kepala SMAN 1 Sukoharjo Sri Soewarsih mengakui sejumlah orang tua bingung. "Memang muncul beberapa pengaduan (dari calon murid dan orang tua, Red). Telah kami catat dan langsung dilaporkan ke Pemprov Jateng. PPDB juga dibuka sampai 5 Juli, maka pihak sekolah meminta wali murid tetap tenang karena aduan juga telah kami sampaikan," bebernya.

Untuk kendala lupa kunci akun dan kebingungan wali murid mengenai jalur pendaftaran, lanjut Soewarsih, diselesaikan dengan memberikan sosialisasi kepada wali murid. “Semua pengaduan sudah dilaporkan ke panitia provinsi. Sudah dapat diatasi semua,” jelasnya.

Sekadar informasi, pada 28 Juli, SMAN 1 Sukoharjo menerima sebanyak 804  berkas verifikasi. Sedangkan hingga pukul 06.00 jumlah pendaftar mencapai 400 calon siswa. Sedangkan kuota yang diterima sebanyak 432 siswa.

"Selama lima hari ke depan kami membuka pelayanan dari pukul 07.00 sampai 15.30. Jika masih ada yang datang, kami layani sampai jam kerja berakhir," ungkap dia.

Terpisah, Ketua Panitia PPDB SMAN 3 Sukoharjo Suwardi mengakui ada beberapa kendala seperti orang tua yang kebingungan terkait teknis pendaftaran jalur prestasi dalam zonasi dan zonasi.

“Langsung kami arahkan. Mayoritas orang tua belum mengetahui sistem penerimaan. Seperti ketika mendaftar di jalur zonasi. Jika di jalur zonasi siswa tidak tertampung, maka akan dilemparkan di jalur prestasi dalam zonasi,” paparnya.

Tahun ini, SMAN 3 Sukoharjo menerima sebanyak 360 siswa yang terbagi dalam sepuluh rombongan belajar berisi 36 siswa. Sedangkan persentase murid yang diterima yakni 15 persen dari jalur prestasi luar zonasi, lima persen perpindahan,  20 persen zonasi prestasi, dan 60 persen jalur zonasi. 

"Untuk jalur perpindahan sekolah kami masih kosong. Nanti (persentase, Red) diakumulasikan dengan jalur prestasi, sehingga jalur prestasi total 20 persen," tutur Suwardi. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia