Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kantor Disdikbud Dirampok, Dua Penjaga Disekap

03 Juli 2019, 08: 25: 59 WIB | editor : Perdana

BERSERAKAN: Salah satu ruangan Kantor Disdikbud Boyolali diacak-acak perampok Selasa dini hari.  

BERSERAKAN: Salah satu ruangan Kantor Disdikbud Boyolali diacak-acak perampok Selasa dini hari.   (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Aksi perampokan di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali terbilang nekat. Kawanan perampok yang diperkirakan enam orang itu menggunakan senjata tajam dan mengobrak-abrik seluruh ruangan pada Selasa dini hari (2/7). 

Kasus perampokan itu terjadi pukul 03.00. Saat itu, Widiantoro, 28, dan Andri Susanto, 29, penjaga kantor sedang berada di dalam kantor. Tiba-tiba, keduanya dikagetkan dengan suara pukulan keras dari pintu utama. Karena curiga, kedua penjaga ini langsung mendatangi sumber suara tersebut. Namun saat baru akan keluar ruangan, keduanya sudah disambut dengan sebilah golok dan diancam akan dibunuh jika berbuat nekat. 

Dua penjaga yang ketakutan langsung menuruti perkataan pelaku yang meminta agar tengkurap di ruang sekretariat disdikbud. Setelah itu tangan dan kaki diikat dengan tali sepatu. Sementara mulut dan matanya juga dilakban.

“Di pintu teralis saya sudah diacungi golok. Pelaku bilang kalau tidak menuruti mereka akan dibunuh,” kata Widiantoro.  

Dalam kondisi ketakutan, dia langsung tiarap untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Setelah berhasil melumpuhkan kedua penjaga, pelaku langsung beraksi mengobrak-abrik seluruh ruangan di kantor yang berada di kompleks perkantoran terpadu Pemkab Boyolali tersebut. Semua pintu ruangan dibobol, dan isinya diacak-acak.

Brankas besi di ruangan bagian keuangan menjadi sasaran utamanya. Brankas tersebut dijebol dengan cara dirusak dengan alat semacam gerinda tangan. Apes, para pelaku tak mendapatkan uang tunai. Karena memang di kantor tersebut sudah tak ada uang tunai, seiring pemberlakuan non cash transaksi.

“Karena tak mendapatkan uang tunai, pelaku sempat marah-marah dan mengumpat dengan umpatan adat jawa timuran,” tambah Andri Susanto.

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto mengatakan, kejadian perampokan itu kali pertama diketahui oleh Kabid Kebudayaan Disdikbud Boyolali Budi Prasetyaningsih. Kebetulan pagi itu dia datang ke kantor paling awal, karena akan ada acara di luar kota. Sampai di kantor dia mendengar teriakan orang terbungkam dan mendapati kedua satpam tersebut masih dalam posisi diikat serta mulut dilakban. Dengan tergopoh-gopoh dia langsung melepaskan ikatan kedua penjaga kantor tersebut.

“Kemungkinan para pelaku beraksi sekitar satu jam. Mereka pergi sesaat sebelum azan Subuh berkumandang,” kata Darmanto.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Mojosongo dan Polres Boyolali.  Pihaknya memastikan tidak ada uang serupiah pun di kantornya yang hilang. Sebab, di lingkungan Pemkab Boyolali sudah tak berlaku uang tunai.

Dari hasil inventarisasi, lanjut dia, tidak ada barang-barang milik disdikbud yang hilang. Komputer, laptop maupun televisi tidak ada yang dibawa kabur pelaku.  Pelaku hanya membawa kabur hardisk CCTV dan dua telepon seluler milik satpam. 

Kasat Reskrim Polres Boyolali Iptu Mulyanto mengatakan, kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan. Petugas masih menyelidiki dan memeriksa saksi-saki untuk mengungkap kasus ini. “Masih menghimpun keterangan dari para saksi,” ujarnya. Usai kejadian, Wakil Bupati Boyolali M Said Hidayat dan Sekda Masruri sempat mendatangi kantor Disdikbud untuk mengecek. (wid/bun)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia