Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Wali Kota Sesalkan Pasar Hewan Tak Segera Diurus

Pemkot Sudah Surati Pemprov Setahun lalu

03 Juli 2019, 12: 30: 59 WIB | editor : Perdana

TAK REPRESENTATIF: Pasar hewan Semanggi yang masih beroperasi. Di lokasi ini rencananya dibangun rumah sakit.

TAK REPRESENTATIF: Pasar hewan Semanggi yang masih beroperasi. Di lokasi ini rencananya dibangun rumah sakit. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo habis kesabaran karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng tak kunjung menjawab surat permohonan pemindahan pasar hewan Semanggi.

Sekadar informasi, pemkot telah melayangkan surat permohonan menggunakan lahan milik pemprov di kawasan jalan lingkar Mojosongo setahun silam. Lahan tersebut rencananya digunakan sebagai pasar hewan yang kini masih berada di Semanggi. Namun hingga saat ini surat tersebut belum ada jawaban.

“Padahal pasar hewan itu sudah tidak sehat lagi. Sekarang lokasinya sudah tidak representatif, dekat dengan permukiman, sekolah, dan rumah sakit,” katanya, Selasa (2/7).

Penggunaan lahan milik pemprov, lanjut Rudy, dapat menggunakan berbagai skema. Salah satunya adalah memberikan lahan di Mojosongo itu sebagai aset pemkot. Jika pemprov tidak berkenan, wali kota menawarkan opsi tukar guling dengan lahan pasar hewan Semanggi.

“Luasnya satu hektare lebih di situ. Dipek sisan (diminta sekalian, Red) ya nggak masalah. Kita mintanya hanya pasar hewan saja,” imbuhnya.

Jika pemprov mau berhitung, orang nomor satu di Kota Solo tersebut memastikan jika pemkot lebih banyak memberikan asetnya kepada pemprov. Rudy menyebut beralihnya status pengelolaan SMA dan SMK ke tangan pemprov menjadi bukti.

“Padahal SMA kita ada delapan, SMK ada sembilan, seluruh asetnya sekarang menjadi milik provinsi. Cuma minta pasar hewan saja kok nggak segera diurus,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta sudah membuat perencanaan matang terkait pembangunan pasar hewan di Mojongo. Subagiyo saat menjadi Kepala Dinas Perdagangan sempat memberikan gambaran jika pasar hewan nantinya dilengkapi sistem pengolahan limbah yang baik. (irw/wa)  

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia