Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Cabai Makin “Pedas”, Dipicu Minimnya Pasokan

03 Juli 2019, 12: 55: 59 WIB | editor : Perdana

MAKIN MAHAL: Seorang pedagang cabai rawit merah memilah yang kualitasnya bagus di Pasar Legi, kemarin. Semua jenis cabai mengalami kenaikan sejak sepekan ini.

MAKIN MAHAL: Seorang pedagang cabai rawit merah memilah yang kualitasnya bagus di Pasar Legi, kemarin. Semua jenis cabai mengalami kenaikan sejak sepekan ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Harga cabai di pasaran sepedas rasanya. Kenaikan harga antara Rp 5-10 ribu per kilogram (kg). Dialami berbagai jenis cabai. Kuat dugaan meroketnya harga cabai lantaran minimnya pasokan dari distributor.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo di Pasar Legi, kemarin (2/7), kenaikan harga cabai sudah terjadi sejak sepekan ini. Cabai merah besar misalnya. Harganya menyentuh Rp 45 ribu per kg. Padahal sebelumnya hanya di kisaran Rp 35-40 ribu per kg.

Paling mencolok cabai rawit merah. Harganya melonjak jadi Rp 40 ribu per kg. Sebelumnya harganya hanya Rp 30 ribu per kg. Pedagang cabai Pasar Legi Supriyanto mengaku harga cabai tiap hari naik Rp 5 ribu per kg.

”Cabai rawit putih juga naik jadi Rp 31 ribu per kg. Cabai hijau besar jadi Rp 30 ribu per kg. Stok sekarang memang sedikit. Mungkin karena banyak petani cabai yang belum panen,” ujar Supriyanto kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Supriyanto biasanya mengambil stok cabai dari wilayah Jawa Timur. Sehari biasanya mengambil 3 kuintal. Tapi sekarang, hanya mendapat pasokan separonya saja. ”Saya hanya berani ambil sedikit saja karena harganya mulai mahal. Takut tidak ada yang beli,” bebernya.

Pedagang Pasar Legi lainnya Sulami juga mengurangi stok. Khususnya cabai rawit merah karena kenaikan harganya paling tinggi. ”Ini bukan naik lagi, tetapi sudah ganti harga. Padahal Lebaran kemarin harganya stabil. Setelah Lebaran kok naik,” keluhnya.

Selain cabai, harga bawang putih kating juga mengalami kenaikan jadi Rp 28 ribu per kg. Semula hanya Rp 24 ribu per kg. ”Harga bawang merah justru turun jadi Rp 19.500 per kg dari Rp 21 ribu per kg,” katanya.

Kenaikan harga juga dialami komoditas daging ayam ras. Sudah terjadi sejak akhir pekan kemarin (29/7). Pedagang daging ayam ras Pasar Legi Sakiyem mengaku harganya naik jadi Rp 32 ribu per kg. Ada kenaikan sekitar Rp 2-3 ribu per kg.

”Setelah ada aksi bagi-bagi ayam gratis di Solo, sehari kemudian harga ayam naik. Ini pedagang ayam sudah banyak yang libur jualan karena harganya berubah-ubah. Pasar sepi, pemasukan tidak ada, tapi harganya naik,” ungkapnya. 

Para pedagang daging ayam ras mengaku kebingungan. ”Tak hanya melayani eceran saja, tapi juga pelanggan warung makan. Sekarang sehari 30 kg saja tidak habis. Harapannya harga kembali stabil jadi Rp 28-30 ribu per kg,” tukasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia