Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sragen

Wilayah Utara Bengawan Solo Krisis Air

03 Juli 2019, 13: 58: 40 WIB | editor : Perdana

ANTRE: Warga Sragen mengandalkan bantuan dari BPBD untuk kebutuhan air bersih.

ANTRE: Warga Sragen mengandalkan bantuan dari BPBD untuk kebutuhan air bersih. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

Share this      

SRAGEN – Droping air bersih mulai dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen di sejumlah desa utara Bengawan Solo. Sebab, beberapa wilayah mengalami kesulitan air bersih. 

Ada beberapa kecamatan yang menjadi perhatian BPBD Sragen lantaran selalu menjadi langganan kekeringan. Antara lain Kecamatan Jenar, Tangen, Gesi, Sukodono, Mondokan, Sumberlawang, dan Miri. Mulai awal bulan ini, BPBD mulai mengirim bantuan air bersih. 

Seperti pada Selasa (2/7), droping air dilakukan di Dusun Gedad RT 21 Desa Baleharjo, Kecamatan Sukodono. Pengiriman satu tangki truk dengan ukuran 5.000 liter untuk mengisi tandon air warga.

Sri Mulyani, 22, warga Dusun Gedad menyampaikan, krisis air bersih sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Selama ini warga mencari air bersih di salah satu sumur di tengah sawah. 

”Lokasinya jauh, perjalanan dengan jalan kaki selama 1 jam dan dibawa ke rumah pakai klenting,” ujar Sri.

Ketua RT 21 Purwoko mengatakan, setiap tahun wilayahnya selalu kesulitan air bersih. Kekeringan terparah terjadi pada 2018. Warga terpaksa antre mencari air di sumur sawah. Dia berharap pemkab terus membantu warga Gedad mendapat air bersih.

”Bantuan air bisa langsung disalurkan di tampungan sehingga warga tinggal mengambil,” beber Purwoko.    

Kasi Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Sragen Untung Darmadi menuturkan, ada tujuh kecamatan yang menjadi perhatian di musim kemarau. Tujuh lokasi itu merupakan jalur pegunungan kapur. 

”Jadi kalau dicari sumber airnya, tidak ada. Sumber mata air itu hanya sisa simpanan air hujan. Sehinga memasuki musim kemarau, air sudah habis semua,” jelasnya. 

Diakui Untung, hingga saat ini belum ada permohonan dari warga yang meminta bantuan air bersih. Sehingga droping air bersih tersebut merupakan program BPBD berdasarkan hasil observasi wilayah yang dianggap perlu bantuan air. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia