Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Polisi Tetap Tak Restui Persis Berkandang di Stadion Sriwedari

03 Juli 2019, 19: 49: 01 WIB | editor : Perdana

Proses perawatan rumput Stadion Sriwedari

Proses perawatan rumput Stadion Sriwedari

Share this      

SOLO - Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo sempat mengharapkan Stadion Sriwedari sebagai kandang Persis Solo selagi pembangunan Stadion Manahan belum rampung. Namun, keinginan tersebut tampaknya harus dikubur dalam-dalam karena polisi tidak mengizinkannya.

Wakapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai menuturkan, pelarangan ini tetap berlaku meski rangkaian pemilihan presiden (pilpres) sudah usai diselenggarakan.

”Kalau kita pertimbangkan terkait masalah standarnya, Stadion Sriwedari tidak memenuhi syarat untuk pelaksanaan laga resmi,” kata Andi Rabu (3/7).

Pertama, lanjut Andi, adalah soal fasilitas, ruang ganti, dan lainnya dinilai tak memenuhi syarat. Kemudian, masalah tribun yang hanya bisa menampung 7 ribu orang. Pagar pembatasnya juga tidak ada. 

Padahal, berdasarkan pengalaman, setiap main, pendukung Persis yang datang bisa sampai 20 ribu orang. Atas dasar itu, maka pihak kepolisian tidak akan mengeluarkan rekomendasi Persis untuk bertanding di stadion itu. 

”Jadi tidak ada hubungannya soal pilpres, ini murni faktor kemanan,” papar Andi.

Disingung soal pernyataan wali kota beberapa waktu lalu yang siap menggunakan barikade milik dinas perhubungan (dishub) untuk pagar pembatas, Andy menegaskan, hal itu tak bisa dilakukan. Sebab, untuk pagar pembatas sudah ada standar yang diatur PSSI. 

Seperti diberitakan sebelumnya, wali kota Surakarta  mengharapkan Persis tetap bisa berkandang di tanah kelahirannya selama proses pembangunan Stadion Manahan. Sebab, dengan berkandang di Madiun selama kompetisi musim 2019, dikhawatirkan akan berdampak pada kurangnya komunikasi antara manajemen Persis dengan supporter dan pemkot. (atn/ria)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia