Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Kekeringan Melanda, ACT Solo Bantu Droping Air bersih

03 Juli 2019, 20: 01: 30 WIB | editor : Perdana

RINGANKAN BEBAN: Tim ACT Solo droping air bersih di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Selasa (2/7).

RINGANKAN BEBAN: Tim ACT Solo droping air bersih di Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Selasa (2/7).

Share this      

KEMARAU telah tiba. Kekeringan melanda sebagian daerah di Eks Karesidenan Surakarta. Kondisi terjadi tiap tahun yang dirasakan warga daerah pelosok Wonogiri, Sragen, dan Boyolali yang sebagian daerahnya rawan terjadinya kekeringan dan krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya, mereka terpaksa membeli air bersih yang dijual oleh tangki-tangki swasta.

Melihat kondisi tersebut, Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo segera merespon dengan cepat. Melalui pemberian bantuan air bersih. Sebanyak puluhan ribu liter air bersih telah didistribusikan ke tiga desa, Selasa (2/7). Yakni Desa Songbledek, Lomujing, dan Sumberejo yang terletak di Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri.

Tim Program ACT Solo Ardiyan mengatakan, bantuan air bersih untuk daerah kekeringan di Eks Karesidenan Surakarta akan diintensifkan selam 6 bulan ke depan. Merujuk data prediksi kekeringan oleh BMKG tahun ini, bakal terjadi lebih lama dari tahun tahun sebelumnya. Bisa sampai 6 bulan ke depan.

”Tidak bisa dibayangkan berapa uang yang harus mereka keluarkan untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Apalagi dengan tempo yang sangat lama. ACT Solo berusaha dan berikhtiar untuk berperan dengan baik dalam merespon fenomena bencana kekeringan ini. Bantuan air bersih akan di masifkan,” ujar Ardiyan.

Krisis air bersih dan kekeringan tak hanya melanda daerah Wonogiri saja, tetapi juga beberapa wilayah di Jawa Tengah. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada September 2018, terdapat 28 Kabupaten/kota, meliputi 208 kecamatan dan 1.416 desa yang dilanda kekeringan. Ini menyebabkan 854 ribu jiwa kesulitan akses air bersih.

”Bantuan air bersih ini merupakan bentuk solidaritas kami untuk Solo Raya dalam misi-misi kemanusiaan. Kami mempunyai harapan besar, ke depannya ACT Solo bisa memberikan solusi agar masyarakat di daerah rawan kekeringan tidak kekurangan air bersih. Melalui pembangunan sumur wakaf yang akan diinisiasi ACT,” imbuh Ardiyan. (*/fer)

(rs/fer/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia