Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo
PPDB SMA

Bagi Pendaftar SMA yang Terlempar, Masih Ada Peluang lewat Dua Jalur

04 Juli 2019, 10: 00: 59 WIB | editor : Perdana

Bagi Pendaftar SMA yang Terlempar, Masih Ada Peluang lewat Dua Jalur

SOLO – Siswa yang terdepak dari jalur zonasi pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) online SMA di Kota Solo masih ada harapan untuk mendapatkan sekolah negeri. Mereka bisa menggunakan jalur prestasi dalam atau luar zona. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah Sumeri mengatakan, penerapan sistem zonasi memang membawa konsekuensi siswa bisa terlempar ke luar zona apabila jarak rumah calon siswa dengan sekolah kalah dekat dengan pendaftar lain. 

“Bagi siswa yang tergusur dari jalur zonasi silakan datang ke sekolah yang dituju. Kemudian minta sekolah untuk membuat simulasi. Nanti lewat aplikasi sekolah bisa memberi solusi harus lewat jalur apa agar bisa diterima di sekolah negeri yang masih kosong,” ujar Jumeri kemarin (3/7).

Jumeri mengakui saat ini SMA negeri di Jawa Tengah belum mampu menampung seluruh lulusan SMP. Sebab, jumlah SMA lebih sedikit dibanding SMP. Selain itu, lokasi SMA juga belum merata. Karena itu, ke depan perlu ada penataan sekolah-sekolah agar lebih berimbang. 

“Ya, selama ini lokasi sekolah memang ada yang menumpuk di satu lokasi, sementara lokasi lain minim. Nah, ini memang perlu ditata kembali,” ujarnya.

Soal masih ada sejumlah SMA di eks Karesidenan Surakarta yang minim pendaftar, Jumeri yakin saat penutupan pendaftaran 5 Juli nanti akan terisi semua. Sebab, sekolah-sekolah itu akan menerima limpahan siswa dari luar zona atau kabupaten terdekat.

“Misal calon siswa Solo tidak bisa masuk SMA negeri di kotanya, kemudian di Sukoharjo ada yang masih kurang siswa, maka dia bisa masuk ke sekolah itu. Tapi ini tergantung pada calon siswa dan orang tuanya mau tidak sekolah ke luar daerah?” ujarnya.

Kemudian soal kisruh manipulasi surat keterangan domisili (SKD), Jumeri kembali menegaskan bahwa pemprov sangat tegas terhadap hal ini. Terbukti, sampai hari ketiga pendaftaran sudah ada 170 calon siswa yang terbukti memanipulasi SKD dicoret. “Mereka dari berbagai daerah. Solo juga ada, tapi jumlahnya kecil,” ujar Jumeri.

Sebagai informasi, sejumlah orang tua merasa dirugikan adanya sistem zonasi. Sebab, anak mereka justru terlempar ke luar zona, di mana jaraknya lebih jauh dari rumah. Mereka juga curiga ada manipulasi SKD agar mereka bisa diterima di sekolah yang diincar. 

Karena itu, mereka menuntut ada perbaikan sistem. Bahkan Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo juga sempat bersuara keras agar Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengeluarkan diskresi aturan PPDB 2019. Sebab, banyak warganya justru terlempar dari luar Solo. (wid/bun)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia