Rabu, 21 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Features

Perjuangan Novendra Priasmoro Raih Predikat Grand Master

04 Juli 2019, 11: 25: 59 WIB | editor : Perdana

Perjuangan Novendra Priasmoro Raih Predikat Grand Master

Gelar grandmaster (GM) catur termuda dari Indonesia dipegang Susanto Megaranto di usia 17 tahun. Nah, rekor itu berpeluang diikuti Novendra Priasmoro yang kini masih berusia 19 tahun. Bagaimana peluangnya?

NIKKO AUGLANDY, Solo

SESOSOK pemuda berkaos lengan panjang warna gelap berdiri di dalam Balroom Puri Kencono Lorin Solo Hotel, kemarin (3/7). Matanya tajam menatap deretan meja yang digunakan para atlet catur, bertanding dalam Asian Juniors and Girls U-20 Chess Championship 2019.

Membaca ID card yang tergantung di lehernya, bisa dipastikan pemuda tersebut salah seorang peserta kejuaraan. Tertulis nama Novendra Priasmoro tepat dibawah foto wajah. Di samping foto tertera tulisan C 10.

Ya, dialah Novendra Priasmoro, andalan Indonesia dalam kejuaraan catur junior tingkat Asia tersebut. ”Saya baru tanding lagi besok (hari ini),” jawabnya saat ditanya Jawa Pos Radar Solo .

Novendra saat ini berlabel atlet pelatnas. Diproyeksi tampil pada ajang bergengsi SEA Games 2020 di Filipina. Pada gelaran Asian Juniors and Girls U-20 Chess Championship 2019 di Lorin Solo Hotel, dia tampil di kelas cepat dan kilat.

 ”Ajang ini hanya pemanasan saya saja. Kebetulan ada kelas cepat dan kilat, akhirnya saya ikut. Kelas cepat saya sudah dapat perak, kalah dari atlet Vietnam. Saya sedikit lemah di opening-nya,” ucapnya menceritakan medali perak yang sudah diraihnya pada Selasa (2/7).

Kejuaraan junior tingkat Asia ini dimanfaatkan Novendra untuk mengasah kemampuan. Khususnya kelas cepat dan kilat. Sebagai persiapan menghadapi kelas yang sama di ajang SEA Games 2020. Sebagai catatan, kelas kilat jeda permainannya sekitar 3,2 menit. Sedangkan kelas cepat 15, 5 menit.

Gelar juara di Asian Juniors and Girls U-20 Chess Championship 2019 ternyata bukan tujuan utama Novendra. Ada target yang lebih prestisius: grandmaster! Ya, dia sangat berambisi meraih predikat tersebut.

Nah, peluang meraih predikat GM termuda kedua cukup terbuka lebar. Saat ini, predikat GM termuda disandang Susanto Megaranto. GM Susanto meraihnya di usia 17 tahun. 

Di usianya yang masih 19 tahun, Novendra sudah medapat gelar norma grandmaster. Gelar ini diraihnya pada 2016. Setelah memenangi kejuaraan dunia U-14 di Brazil, 2014 silam. 

Novendra berpeluang meraih gelar GM termuda kedua dari Indonesia pada Agustus mendatang. Tepatnya dalam kejuaraan internasional di Jerman, 1-4 Agustus. Disusul kejuaraan internasional di Spanyol, 7-14 Agustus.

Kabar gembiranya, dia tak butuh status juara. Cukup menambah 26 poin di dua kejuaraan tersebut. ”Kalau juara otomatis dapat GM. Tapi nambah poin pun, peluang saya cukup terbuka untuk dapat gelar GM. Jadi saya tinggal nambah rating saja. Kurang 26 poin saja,” bebernya.

Sebagai pengingat, Indonesia saat ini sudah memiliki tujuh pecatur bergelar GM. Seorang di antaranya pecatur asal Kota Solo Edhi Handoko. Edhi meraih gelar GM keempat Indonesia pada 1994. Selain Edhi, enam pecatur lainnya yakni Ruben Gunawan, Susanto Megaranto, Herman Suradiradja, Utut Adianto Wahyuwidayat, dan Cerdas Barus.

”Dalam waktu dekat saya akan berusia 20 tahun. Saya yakin bisa mendulang gelar grandmaster di usia tersebut. Tapi peluang saya untuk jadi yang termuda sudah tetutup. Karena Susanto sudah mendapatkannya di usia 17 tahun,” terangnya.

Prestasi Novendra saat ini terbilang mengkilap. Dia pernah menjuarai turnamen catur internasional Bangkok Open di Thailand, April 2018. Membukukan 8 poin tanpa terkalahkan dalam kejuaraan yang diikuti 196 pecatur dari 37 negara itu. Ia mencatat 7 kemenangan dan dua kali remis.

Kala itu, pecatur nomor dua nasional ini di luar dugaan mengalahkan unggulan pertama GM Hrant Melkumyan (rating 2.669) dari Armenia. Ia juga sukses menahan remis GM Nigel Short (peringkat 2.662). Kunci kesuksesannya saat ini adalah ketekunan dan jiwa pantang menyerah.

”Persaingan semakin berat, tapi saya tetap fokus. Saya rutin berlatih minimal lima jam setiap hari. Serta dibarengi niat untuk terus maju,” ujarnya. (*/fer/bun)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia