Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

2.463 Hektare Padi di 5 Kecamatan Rusak

04 Juli 2019, 19: 04: 39 WIB | editor : Perdana

KERING: Tanaman padi kurang subur akibat kekurangan air di musim kemarau.

KERING: Tanaman padi kurang subur akibat kekurangan air di musim kemarau. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Share this      

BUKAN hanya menyebabkan warga kesulitan air bersih, ratusan hektare tanaman padi di Kecamatan Selogiri rusak terdampak kekeringan.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri Safuan mengatakan, hasil verifikasi data kekeringan semester pertama 2019, sedikitnya tanaman padi di 21 kecamatan terdampak kekeringan.

Di antaranya di Selogiri seluas 583 hektare, Giriwoyo 565 hektare, Kismantoro 500 hektare, Sidoharjo 430 hektare, dan Eromoko 385 hektare. “Kecamatan lain seperti Karangtengah, Puhpelem, Pracimantoro, dan Paranggupito tidak menanam padi,” jelasnya kemarin (3/7).

Jika dirinci, kategori kerusakan tanaman padi di Selogiri yakni rusak ringan 209 hektare, rusak sedang 132 hektare, dan rusak berat 132 hektare. Bahkan, 110 hektare tanaman padi mengalami puso. Sedangkan 153 hektare tanaman padi lainnya masuk kondisi waspada.

“Antisipasi dampak kekeringan yaitu dengan pompanisasi. Tapi hanya 70 hektare yang ter-cover,” ucap dia.

Ditambahkan Safuan, total kerusakan tanaman padi di 21 kecamatan terdiri atas rusak ringan 1.606 hektare,  rusak sedang 1.530 hektare, rusak berat 1.238 hektare, dan puso 916 hektare.

"Luas lahan yang waspada sekitar 2.466 hektare tersebar di tujuh kecamatan, yakni Selogiri, Baturetno, Nguntoronadi, Wuryantoro, Sidoharjo, Slogohimo, dan Girimarto," urainya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto mengungkapkan, tahun lalu, Kecamatan Selogiri tidak masuk kawasan terdampak kekeringan. Tapi, kondisi berbeda terjadi pada tahun ini. "Ada dua desa butuh bantuan air bersih. Yakni Desa Pare dan Jendi," katanya.

Adapun jumlah warga Desa Pare terdampak kekeringan berjumlah 40 kepala keluarga dengan 170 jiwa. Di desa Jendi terdampat 118 KK dengan 410 jiwa. Mereka memenuhi kebutuhan air bersih dengan membeli dari tangki air. (kwl/wa)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia