Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Nasib Calon Murid Terkatung-katung, Hari ke-4 PPDB Gagal Dapat Sekolah

04 Juli 2019, 20: 55: 00 WIB | editor : Perdana

Wali murid asal Wirogunan Deden Sumarno menunjukkan berkas pendaftaran anaknya saat membuat laporan tentang PPDB online ke DPRD Sukoharjo

Wali murid asal Wirogunan Deden Sumarno menunjukkan berkas pendaftaran anaknya saat membuat laporan tentang PPDB online ke DPRD Sukoharjo

Share this      

SUKOHARJO - Memasuki hari keempat pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) online tingkat SMAN, sejumlah calon peserta didik masih terkatung-katung. Mereka belum mendapatkan sekolah karena terlempar dari sistem zonasi.

Salah seorang wali murid, Deden Sumarno mengungkapkan, hingga kini anaknya masih bingung mencari sekolah karena sebelumnya terlempar dari zonasi. 

“Sampai sekarang anak saya tidak masuk ke sekolah mana pun karena sudah tidak terdaftar di PPDB online. Makanya, kami bingung cari sekolah,” terang Deden Kamis (4/7).

Deden berdomisili di Dusun Kuncen RT 1 RW 04 Wirogunan, Kartasura. Awalnya, anak Deden mendaftar di SMAN 1 Kartasura dengan jalur zonasi. Namun, zonasi SMAN 1 hanya sampai 3 kilometer. Sementara jarak Wirogunan ke SMAN 1 Kartasura sejauh 4,6 kilometer.

"Harusnya kan terlempar di pilihan kedua di SMAN 2 Sukoharjo. Kenyataannya, langsung terlempar ke SMAN 1 Banyudono yang jaraknya 7 kilometer. Dan di SMAN Colomadu juga terlempar,” papar Deden.

Diakui Deden, selama ini dia dan wali murid lain masih cukup buta dengan PPDB online. Sebab, dia merasa sangat minim sosialisasi tentang sistem baru itu.  

”Khawatir anak-anan timbul rasa stres. Anak saya saja nafsu makan tidak ada. Sedikit-sedikit mantau PPDB lewat HP, pagi, siang, malam karena khawatir. Kalau kayak gini, lebih baik masuknya pakai tes tertulis, biar adil,” imbuhnya.

Wali murid lain asal Gumpang yang ditemui Jawa Pos Radar Solo di SMAN 2 Sukoharjo juga masih kebingungan. Pasalnya di empat sekolah yang jadi pilihan saat pendaftaran, tidak tercantum nama anaknya.

“Anak saya mendaftar pilihan pertama di SMAN 1 Kartasura, lalu SMAN Colomadu, SMAN 1 Ngemplak, dan terakhir di SMAN 1 Banyudono. Itu zonasi dari Gumpang jarak tempuhnya 2,4 kilo. Namun, terlempar semua. Akhirnya saya daftarkan di SMAN 2 Sukoharjo," terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Wawan Pribadi mengaku, dia mendapat banyak laporan terkait karut marutnya PPDB online tingkat SMA. Namun, dia tidak bisa berbuat banyak mengingat PPDB online SMA ditangani Pemprov Jateng.

“Segala laporan dan keluhan yang kami terima akan kami tindak lanjuti dengan mengirimkan surat ke Pemprov,” jelas Wawan. (rgl/ria)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia