Selasa, 20 Aug 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Ngemplang Sewa, Cabut Kunci Rusunawa 

05 Juli 2019, 08: 30: 59 WIB | editor : Perdana

TINDAK TEGAS: Penghuni rusunawa yang tidak mau bayar sewa diminta ke luar. 

TINDAK TEGAS: Penghuni rusunawa yang tidak mau bayar sewa diminta ke luar.  (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Ancaman Pemkot Surakarta untuk mencabut izin penghuni rumah susun sederhana sewa (rusunawa) yang ngemplang bayar sewa akhirnya terbukti. Tiga penghuni nakal di Rusunawa Kerkov, Kecamatan Jebres tidak dapat lagi menempati rusun mulai Kamis kemarin (4/7).

Petugas Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Surakarta mencabut izin tinggal tiga penghuni tersebut. Bersama satpol PP, bagian hukum, kelurahan dan pihak kecamatan, disperum KPP langsung mendatangi lokasi.

“Sebagaimana aturan yang ada, kami ambil tindakan tegas dengan menyegel hunian warga. Kami sebelumnya juga sudah melayangkan surat peringatan tiga kali, tapi tidak juga dilunasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperum KPP Surakarta Liliek Joko Saptiyanto.

Awalnya, lanjut Lilik, jumlah penghuni rusunawa yang menunggak sewa sebanyak 21 orang. Tetapi, dari jumlah tersebut ada 18 penghuni yang sudah melunasi uang sewa.

“Jadi tinggal tiga orang yang belum dan kami segel. Kami akan cabut surat izin tinggalnya,” katanya.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Sewa Disperum KPP Surakarta Iswan Fitradias mengatakan, selain di Rusunawa Kerkov, pihaknya juga akan melakukan penertiban di sejumlah rusunawa yang lain.

“Kami pilih Kerkov dulu, karena yang parah. Baru nanti akan dilanjutkan ke rusunawa yang lain. Harapannya, warga yang tinggal di rusunawa bisa tertib membayar uang sewa per bulannya,” katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia