Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Pendaftar Solo Serbu SMA Sukoharjo

05 Juli 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Pendaftar Solo Serbu SMA Sukoharjo

SUKOHARJO - Terpental dari persaingan di Kota Solo, calon siswa menyerbu beberapa sekolah menengah atas negeri (SMAN) di wilayah Sukoharjo sehari jelang penutupan pendaftaran, kemarin (4/7). Di antara sekolah yang disasar adalah SMAN 2 Sukoharjo dan SMAN 1 Mojolaban yang berbatasan langsung dengan Kota Bengawan.  

Ketua Panitia PPDB SMAN 2 Sukoharjo Agus Harsoyo mengatakan, tiga jalur pendaftaran, yaitu zonasi, prestasi dalam dan luar zona telah terpenuhi. Sedangkan jalur perpindahan baru terisi dua pendaftar.

“Hampir semua jalur prestasi luar zonasi rata-rata diisi calon siswa dari Solo. Ada sekitar 50-an siswa. Sekolah di Solo kan sudah banyak yang daftar, jadi pada daftar ke sini (SMAN 2 Sukoharjo,” kata Agus.

Pada penerimaan siswa didik baru (PPDB) tahun ini, zonasi SMAN 2 Sukoharjo mencakup wilayah Kecamatan Kartasura, Sukoharjo serta Kelurahan Karangasem, Laweyan, Solo. Hingga radius 2,4 kilometer dari sekolah hanya ada 10 siswa yang diterima.

SMAN 2 Sukoharjo, lanjut Agus, memang menjadi alternatif pendaftar dari luar Sukoharjo. Terutama bagi siswa yang mendaftar melalui jalur prestasi luar zonasi. Tahun ini sekolah ini menerima 324 siswa untuk mengisi sembilan rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel 36 siswa.

“Banyak orang tua calon siswa datang ke sini meminta saran maupun solusi. Mereka kebingungan mencari sekolah. Kami sarankan calon siswa daftar lewat jalur prestasi dalam zona terlebih dahulu, baru prestasi luar zona. Dan solusinya ya mendaftar ke SMAN 1 Banyudono, Boyolali atau SMAN Colomadu, Karanganyar,” terangnya.

Agus mengatakan bahwa sekolah akan melayani pendaftaran PPDB online SMA sampai hari ini (5/7) pukul 07.00-15.30. Siswa bisa memanfaatkan hari terakhir pendaftaran ini.

Tidak berbeda jauh di SMAN 1 Mojolaban. Sekolah yang berada di wilayah perbatasan dengan Kota Solo ini menjadi jujugan calon siswa dari Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

“Jika dilihat dari lokasinya, Mojolaban lebih dekat Pasar Kliwon daripada Polokarto. Makanya kami prioritaskan pendaftar dari Pasar Kliwon, meski itu luar daerah,” kata Kepala SMAN 1 Mojolaban Harmani.

Harmani mengatakan, SMAN 1 Mojolaban menjadi alternatif siswa yang tidak diterima di SMAN 3 Surakarta, SMAN 3 Sukoharjo, SMAN 1 Sukoharjo, dan  SMAN 1 Polokarto. “Sudah ada pendaftar dari luar wilayah Sukoharjo. Alokasi kami untuk jalur prestasi luar zona 54 calon siswa dan sudah terpenuhi. Namun, data berubah terus dari menit ke menit. Ada pendaftar dari Sangkrah dan Semanggi (Solo), serta Tasikmadu (Karanganyar),” beber Harmani. 

Sementara untuk jalur perpindahan orang tua, baru terisi satu siswa. SMAN 1 Mojolaban tahun ini menerima 360 siswa yang terbagi dalam 10 rombel. Dari jalur zonasi 216 siswa, jalur prestasi dalam zona 72 siswa, jalur prestasi luar zonasi 54 siswa, dan jalur perpindahan orang tua 18 siswa.

“Jalur zonasi per pukul 14.00 dalam radius 3,7 kilo meter maksimal. Jumlah ini sedikit sekali. Padahal jarak di atasnya 3,00 kilometer,” jelasnya.

Selain itu ada beberapa wali murid yang masih kebingungan mengenai jalur zonasi dan jalur prestasi dalam zonasi. “Misalnya yang nilainnya tinggi, kami sarankan mendaftar melalui jalur prestasi, dan sebagainya,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo, Sudibyo membenarkan jika ada pendaftar SMA dari luar wilayah Sukoharjo. “Benar ada pendaftar dari luar Sukoharjo. Kalau yang dari daerah Solo itu salah satunya di SMAN 2 Sukoharjo,” katanya.

Selain itu, Sudibyo mengatakan bahwa ada sekolah yang masih belum terpenuhi kuotanya. Yaitu SMAN Weru hingga kemarin (4/7) baru terpenuhi 186 siswa. Masih ada kekurangan 102 calon siswa. 

Ironisnya, di tengah calon siswa dari Kota Solo menyerbu SMA-SMA di Sukoharjo, justru banyak siswa dari Kota Makmur malah tidak masuk dalam daftar sementara siswa diterima. Mereka akhirnya mengadu ke DPRD Sukoharjo, kemarin. 

Salah satu orang tua calon siswa, Deden menjelaskan bahwa anaknya kini belum mendapatkan sekolah karena terlempar dari zonasi.  Deden berdomisili di Dusun Kuncen, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Awalnya anak Deden mendaftar di SMAN 1 Kartasura dengan jalur zonasi. Namun terlempar.

“Sampai sekarang anak saya tidak masuk ke sekolah manapun karena sudah tidak terdaftar di PPDB online. Makanya saya bingung cari sekolah,” terangnya.

Anak Deden sebelumnya mendaftar di SMAN 1 Kartasura untuk pilihan pertama jalur zonasi. Namun, zonasi SMAN 1 hanya sampai 3 kilometer. Sedangkan jarak Wirogunan ke SMAN 1 Kartasura sejauh 4,6 kilometer.

“Harusnya kan terlempar ke pilihan kedua di SMAN 2 Sukoharjo atau SMAN Colomadu. Tapi malah langsung terlempar ke SMAN 1 Banyudono. Padahal jaraknya dari rumah tujuh kilometer,” terang Deden. Komisi IV DPRD Sukoharjo yang menerima perwakilan orang tua calon siswa pun tidak bisa berbuat banyak karena itu merupakan konsekuensi sistem zonasi dan menjadi kewenangan Pemprov Jateng. (rgl/bun)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia