Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

491 Calon Jamaah Haji Asal Boyolali Berisiko Tinggi

05 Juli 2019, 14: 57: 51 WIB | editor : Perdana

TAMU ALLAH: CJH asal Kabupaten Boyolali berdoa bersama di Asrama Haji Donohudan, tahun lalu.

TAMU ALLAH: CJH asal Kabupaten Boyolali berdoa bersama di Asrama Haji Donohudan, tahun lalu. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Sebanyak 673 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Boyolali diberangkatkan dalam empat kelompok terbang (kloter). Yakni kloter 12, 13, 14, dan 96. Nah, dari jumlah tersebut, 491 di antaranya diketahui berisiko tinggi (risti). Berusia di atas 50 tahun.

Kepala Seksi (Kasi) Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) Boyolali Asikin didampingi Bidang Haji Saiful Anwar menjelaskan, kloter 12 dihuni 204 CJH. Kloter 13 sebanyak 355 CJH dan kloter 14 sebanyak 105 CJH. Sedangkan kloter 96 sebanyak 9 CJH plus tim penamping haji daerah (TPHD).

”CJH risti di kloter 12 sebanyak 152 orang. Kloter 13 CJH risti sebanyak 256 orang. Kloter 14 paling sedikit, hanya 85 CJH yang risti,” terang Saiful kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (4/7).

Jumlah CJH tahun ini berkurang dibandingkan tahun lalu. Pada 2018, ada 762 CJH yang berangkat ke tanah suci. Lalu pada 2017 ada 712 CJH dan 667 CJH pada 2016. ”Kuota haji disesuaikan dengan tahun pendafataran. Sehingga tiap-tiap kabupaten mendapat jatah berbeda-beda, sesuai dengan jumlah pendaftarnya,” ujar Saiful.

Dari tahun ke tahun, minat masyarakat menunaikan ibadah haji selalu meningkat. Pada 2016, jumlah pendaftar mencapai 2.183 orang. Kemudian pada 2017 meningkat menjadi 2.469 orang pendaftar. Sedangkan selama 2018 lalu, pendaftar haji di Kemenag Boyolali mencapai 2.690 orang. 

Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah. Apalagi saat ini, Kemenag Boyolali juga sudah menyediakan 3 unit layanan perbankan satu atap. Masyarakat dapat langsung melakukan pembayaran di bank yang ditunjuk untuk menghimpun dana jamaah. ”Masyarakat yang ingin naik haji sekarang tidak perlu repot lagi ke bank untuk melakukan pembayaran uang muka atau pelunasannya,” beber Saiful. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia