Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Shulton Jadi Pemain ke-23 Persis

05 Juli 2019, 15: 09: 15 WIB | editor : Perdana

COMEBACK: M Shulton Fajar saat berlatih dengan skuad Persis Solo di Stadion Wilis Madiun, kemarin.

COMEBACK: M Shulton Fajar saat berlatih dengan skuad Persis Solo di Stadion Wilis Madiun, kemarin. (MEDIA OFFICER PERSIS SOLO FOR RASO)

Share this      

SOLO – Persis Solo dipastikan akan mengoptimalkan 23 pemain yang sudah direkrutnya di Liga 2 2019. Saat launching tim yang digelar di Stadion Wilis Madiun (16/6), ada 22 pemain yang jadi bagian Laskar Sambernyawa. Beberapa pemain bahwa sudah diturunkan saat Laskar Sambernyawa bertandang ke markas Mitra Kukar (22/6) dan Persiba Balikpapan (26/6).

Jelang laga melawan Persik Kediri di Stadion Wilis 6 Juli mendatang, ada wajah baru yang merapat. Dia adalah Mochamad Shulton Fajar, yang sebelumnya bergabung dengan Persatu Tuban (Liga 2 2017), dan musim lalu dia di pertengahan musim merapat ke PSIM Jogja.

Sejatinya Shulton pernah berseragam Persis, tepatnya di awal musim 2017. Saat itu Persis tengah dilatih oleh Yudi Suryata. Sayang, jelang kick off Liga 2 namanya diputuskan manajeman untuk tak jadi dikontrak Persis.

Dia harus keluar dari tim, tak lama setelah Yudi Suryata didepak dari tim, dan posisinya sebagai headcoach digantikan oleh Widyantoro.  ”Benar, Shulton jadi pemain kita yang ke-23,” tegas Sekjen Persis Solo, Dedi M Lawe. 

Posisinya sebagai gelandang sayap, tentu membuat persaingan di posisi ini semakin ketat berjalan. 

Sebelumnya Persis sudah merekrut beberapa nama, mulai dari Nanang Asripin, Slamet Budiono, hingga Hapidin. Jika dimainkan sebagi gelandang tengah pun, dia harus siap untuk bersaing dengan Iman Budi, Dwi Cahyono, Ilham Irhaz,  Tegar Hening Pangestu,  Susanto, dan Okky Derry. 

Sementara dalam dua laga di Kalimantan, Persis gagal meraih poin penuh. Di mana Tegar Hening Pangestu dkk hanya bisa meraih hasil seri 0-0, dan tumbang 0-3 atas tuan rumah Persiba Balikpapan.

”Kemarin mungkin bukan demam panggung, tapi lebih kepada permainan pemain belum sepenuhnya keluar. Ini mungkin lantaran kita terlalu sering melakukan uji coba dengan klub lokal. Kami harap pemain bisa bermain indah di lapangan, demi meraih hasil positif di tiap laganya,” terang Dedi. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia