Sabtu, 21 Sep 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Pasoepati Tetap Konsisten Tak Gelar Tur Resmi ke Stadion Wilis Madiun

05 Juli 2019, 15: 23: 35 WIB | editor : Perdana

Pasoepati Tetap Konsisten Tak Gelar Tur Resmi ke Stadion Wilis Madiun

MADIUN – Ada langkah cukup berat sepertinya akan dijalani penggawa Persis Solo di Stadion Wilis, khususnya saat menjajal kekuatan Persik Kediri, dalam laga lanjutan Liga 2 2019. Di mana DPP Pasoepati menegaskan tak akan menggelar tur resmi mendukung Persis disana, walaupun sejatinya tak ada larangan pendukung Persis Solo untuk menonton laga Hapidin dkk di Madiun.

“DPP sudah menjelaskan sebelumnya, bahwa kami konsisten dengan hasil notulen di Grand Sae karena tidak mengadakan tour, dan juga tidak membuka presale laga di Madiun. Jadi apa bila ada yang berangkat, dan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Itu bukan tanggung jawab kami selaku DPP Pasoepati,” tegas Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo kepada Jawa Pos Radar Solo. 

Ungkapan ini memang jadi sebuah kesepakatan petinggi DPP Pasoepati, sespuh Pasoepati, hingga beberapa perwakilan komunitas suporter pendukung Persis. Keputusan untuk memboikot dukungan kepada Persis selama satu musim kecuali laga melawan PSIM Jogja, diputuskan karena ketidakpuasan suporter atas kinerja manajemen. Khususnya dalam sisi koordinasi dengan suporter yang tak berjalan dengan baik. Bahkan Rio (Sapaan akrab Aulia Haryo) melihat manajemen seperti tak menggubris keinginan suporter.

Puncak dari kekecewaan suporter muncul lantaran Persis memutuskan untuk mengadakan launching tim di Stadion Wilis Madiun, dengan mengadakan uji coba dengan PSM Madiun, 16 Juni lalu.

”Kalau permasalahan launching di Madiun, tentu tak ada maksud sama sekali. Saat itu tim sudah lebih dulu boyongan ke Madiun, dan kickoff Liga 2 waktunya sudah mepet. Akhirnya kita putuskan untuk mengadakan trofeo saja, walaupun belakangan Persela Lamongan membatalkan diri. Persik Kediri juga tak mau. Jadi kita hanya uji coba dengan PSM,” papar Sekjen Persis, Dedi M Lawe.

“Saya selaku manajemen meminta maaf, karena dengan terpaksa kemarin keputusan seperti itu. Jadi tidak ada maksud sengaja menjauh dari Kota Solo, atau atau menghindari (launching di) Solo. Saya minta maaf pada Pasoepati, Surakartans maupun Persis Fans,” ucapnya. 

Dia juga menjelaskan waktu yang mepet karena terbentur puasa, dan libur Lebaran, tentu membuat tim mau tak mau harus fokus untuk memantapkan diri di Madiun. ”Musim lalu kita sudah bermain di Madiun, namun pemain beralasan mereka serasa bermain tandang. Padahal walau main di luar Solo, itulah homebase kita. Musim ini kita ingin pemain merasakan Wilis itu seperti rumah sendiri, jadi boyongannya kita majukan,” tuturnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia