Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Antisipasi Calon Haji Idap Hepatitis A

06 Juli 2019, 11: 05: 59 WIB | editor : Perdana

PERSIAPAN: Koper calon jamaah haji mulai tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali kemarin (5/7).

PERSIAPAN: Koper calon jamaah haji mulai tiba di Asrama Haji Donohudan, Boyolali kemarin (5/7). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Calon jamaah haji (CJH) kelompok terbang (kloter) pertama Embarkasi Solo akan masuk Asrama Haji Donohudan, Boyolali Sabtu hari ini (6/7). Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) menyatakan siap menyambut tamu Allah dengan maksimal.

Kasubbag Penerangan Humas dan Protokol Embarkasi Solo Agus Widakdo menjelaskan, PPIH Embarkasi Solo mengadakan rapat koordinasi lintas bidang tadi malam. Salah satu poin yang dibahas adalah kesiapan tim kesehatan terkait wabah hepatitis A yang menjangkit Jawa Timur. Meski di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) tidak menjadi endemis, namun hal tersebut menjadi perhatian tersendiri.

“Tes kesehatan jamaah dilakukan mulai dari daerah asal. Kemudian dari tim kesehatan embarkasi juga melakukan pemeriksaan kesehatan begitu tiba di asrama haji,” katanya, kemarin.

Selain pemeriksaan saat kedatangan, panitia juga menyiapkan pemeriksaan biometry. Ini disediakan bagi jemaah yang belum melaksanakan scan biometry di daerah asal. “Kalau tahun kemarin seluruh jemaah melakukan cek biometri di sini, untuk tahun ini dilakukan di daerah," imbuhnya.

Embarkasi Solo akan memberangkatkan CJH kloter pertama Minggu (7/7) pukul 05.35 dari Bandara Internasional Adi Soemarmo. Rencananya akan ada 97 kloter yang berangkat dari embarkasi ini dengan total 34.171 jamaah.

“Persiapan selesai, semua sudah ready untuk menerima kloter pertama. Sebagian koper kloter 1, 2, 3, dan 4 sudah datang. Kamar siap dalam kondisi bersih semua,” kata Agus.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Surakarta Tenny Setyoharini memastikan tidak ada wabah hepatitis A di Kota Bengawan. Meski begitu dia meminta masyarakat untuk selalu berperilaku hidup sehat.

“Yang penting PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Cuci tangan sebelum makan. Kewaspadaan bukan hanya untuk makanan, tetapi bahan makanan, penyajia hingga cara makan," katanya. (irw/bun)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia