Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Kadisdikbud Sepakat Zonasi Dievaluasi

06 Juli 2019, 19: 40: 18 WIB | editor : Perdana

DEMI MASA DEPAN: Spanduk ucapan selamat datang bagi murid baru terpasang di SMAN 1 Tawangsari.

DEMI MASA DEPAN: Spanduk ucapan selamat datang bagi murid baru terpasang di SMAN 1 Tawangsari. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Share this      

SISTEM zonasi PPDB online tingkat SMAN dinilai menghilangkan daya kompetisi anak. Itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Sudarno.

"Roh penilaian di sekolah termasuk USBN (ujian sekolah berstandar nasional) dan UNBK (ujian nasional berbasis komputer) kehilangan kompetitifnya. Karena penerimaan siswa mayoritas berdasarkan jarak rumah dari sekolah, bukan berdasarkan nilai," tegasnya kemarin (5/7).

Kondisi tersebut dikhawatirkan membunuh motivasi belajar siswa dan menjadi beban bagi siswa berprestasi yang tidak mendapat sekolah dambaannya karena karena kalah bersaing dengan mereka yang tinggal dekat sekolah.

Sudarno juga menyayangkan regulasi zonasi yang tidak diberlakukan di sekolah binaan Kementerian Agama (Kemenag) seperti pesantren. Karena itu, dia berharap adanya revisi penerapan zonasi.

Setali tiga uang, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Se Kabupaten Sukoharjo Sudibyo menuturkan perlunya pembenahan zonasi. Dia menilai sekolah belum merata.

"Seperti Kecamatan Grogol yang masuk zonasinya SMAN 3 Sukoharjo. Namun, jarak penerimaan berkurang di radius 2 kilometer dan harus menggunakan jalur prestasi. Selain itu di Desa Cemani dan Banaran malah masuk zonasinya SMAN 7 Surakarta," paparnya.

Bagi calon siswa yang nilainya pas-pasan dan tinggal jauh dari sekolah dipastikan bakal kesulitan karena kalah di jalur zonasi dan prestasi.

Ditambahkan Sudibyo, ketika verifikasi berkas, seluruh SMAN di Sukoharjo kelebihan daya tampung sebanyak 445 siswa. Namun, hanya terfokus di bagian utara. Seperti SMAN 1 dan SMAN 2 Kartasura. Juga di bagian tengah di Grogol. Sehingga untuk SMAN di bagian selatan seperti Bulu dan Weru kekurangan murid.

Sampai saat ini SMAN 1 Weru yang memiliki kuota 288 siswa baru terisi 188 anak. Sedangkan sembilan SMAN lain telah memenuhi kuota.  Sekadar informasi, Kota Makmur memiliki sepuluh SMAN peserta PPDB online dan ditarget menyerap sebanyak 3.384 siswa.

Rincian SMAN 1 Bulu 228 siswa, SMAN 1 Kartasura 396 siswa, SMAN 1 Mojolaban 360 siswa, SMAN 1 Nguter 288 siswa, SMAN 1 Polokarto 288 siswa. 

Selanjutnya, SMAN 1 Sukoharjo 432 siswa, SMAN 2 Sukoharjo 324 siswa, SMAN 3 Sukoharjo 360 siswa, SMAN 1 Tawangsari 360 siswa, dan SMAN 1 Weru 288 siswa. (rgl/wa)

(rs/rgl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia