Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features
Suka Duka Penari Hiburan Malam

Tak Sengaja Telan Pil, Nyaris Overdosis

07 Juli 2019, 11: 30: 59 WIB | editor : Perdana

Tak Sengaja Telan Pil, Nyaris Overdosis

PEREMPUAN ini, sebut saja Julia, 25, sudah vakum sebagai sexy dancer. Tapi, dia tak akan pernah melupakan liku-likunya. Mulai dibayar Rp 250 ribu sekali tampil, keliling tempat hiburan malam di kota-kota besar, hingga sempat kehilangan napas di kamar mandi. 

Bidang tari menari memang taka sing bagi Julia. Sejak SD dia sudah aktif ikut lomba menari. Naik kelas 1 SMA, namanya makin dikenal penari lainnya. Hingga akhirnya ditawari menjadi sexy dancer. “Bedanya kalau sama modern dance itu koreografi lebih banyak free style-nya. Tapi yang paling jelas bedanya ya dari kostum, sexy dancer memang lebih hot. Pertama tampil saya dibayar Rp 250 ribu untuk 15 menit menari,” kenangnya.

Long trip perdana Julia yakni ke Samarinda. Kala itu usianya baru 16 tahun. Dia terbilang nekat karena memutuskan berhenti sekolah demi mengejar hasratnya sebagai penari. “Sebulan di Samarinda. Dibayar Rp 3 juta untuk enam  hari kerja. Menarinya cuma dua sesi. Total cuma 15 menit atau kurang,” jelas dia

Namun, bukan materi yang dikejar Julia. Sebab, dia berasal dari keluarga berkecukupan. Orang tuanya siap kapan saja transfer uang ketika diminta.

Sebelum tampil, lanjut Julia, sexy dancer dituntut ramah kepada seluruh tamu tempat hiburan malam. “Keramahan pada pelanggan itu yang diutamakan. Karena tambahan uangnya juga dari sana. Jadi kalau tamunya senang dan bisa menemani dengan baik, manajemen juga akan senang,” urainya.

Di tengah wawancara, Julia teringat kisahnya di salah satu tempat hiburan malam di Tanjung Balai, Kepulauan Karimun Jawa. “Di sana banyak orang on (konsumsi miras, narkoba, atau obat terlarang Red). Jadi ya harus hati-hati. Kudu pintar beralasan menolak tawaran konsumsi obat terlarang. Saya pura-pura makan saja lalu saya joget-joget. Nanti pas tamunya nggak lihat, (pil, Red) saya buang di tisu,” ucapnya.

Tapi, suatu malam, Julia tak sadar menelan obat keras yang hendak dibuang. Kepalanya langsung pusing dan pingsan. Dirinya baru tahu hampir overdosis setelah dirawat di rumah sakit.

“Seingat saya saya diberi pil, tapi saya lupa sudah saya buang di tisu atau masih saya tahan di lidah. Tahu-tahu sudah di rumah sakit. Kata kawan, saya pingsan di kamar mandi, malah sempat nggak bernapas,” jelas dia.

Julia menjadikan peristiwa itu sebagai pengalaman berharga. “Yang buat saya marah itu kalau ada tamu menganggap kami (sexy dancer, Red) wanita murahan yang bisa dibeli pakai uang. Yang jelas tidak semua pekerja di hiburan malam bisa dibeli pakai uang. Saya pengin masyarakat tak selalu memandang rendah soal pekerjaan ini,” tegasnya. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia