Rabu, 24 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Features

Pengamat Sosial UNS: Sexy Dancer Hasil Kreasi Tari Tradisional Eropa

07 Juli 2019, 14: 10: 59 WIB | editor : Perdana

Pengamat Sosial UNS: Sexy Dancer Hasil Kreasi Tari Tradisional Eropa

PENGAMAT sosial Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Tunjung W. Sutirto menilai perkembangan zaman yang begitu cepat sedikit banyak memengaruhi pembentukan maupun pergeseran kebudayaan. Hal tersebut membuat seting sosial mengikuti perubahan pola pikir masyarakatnya. 

Termasuk bermunculannya hiburan malam dan terselip sexy dancer. Tunjung menilai sexy dancer adalah perkembangan dari bentuk tarian tradisional Eropa sejak 1920.

Kala itu masyarakat sudah bosan dengan tati-tarian khas kerajaan dan ingin mengekspresikan diri dalam bentuk tarian baru. "Lagi-lagi ini hanya soal seting sosial. Jadi soal bagaimana masyarakat memandang fenomena ini," jelasnya.

"Kalau banyak yang mamandang sexy dancer itu negatif, ya karena budaya Solo tidak terbiasa seperti itu. Begitu juga kalau hiburan ini dibawakan di daerah kota santri, tentu tak akan diterima. Tapi coba kita lihat Bali, Jakarta, dan kota besar lainnya yang bisa menerima itu. Nah soal negatif atau tidak itu tergantung masing-masing personal," pungkas Tunjung. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia