Rabu, 16 Oct 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Kalah Praperadilan, Kuasa Hukum Mantan Bupati Agus Kecewa

08 Juli 2019, 19: 43: 53 WIB | editor : Perdana

Mantan bupati Sragen Agus Fatchur Rahman (kiri) bersama kuasa hukum di kantor Kejari sesaat sebelum ditahan beberapa waktu lalu

Mantan bupati Sragen Agus Fatchur Rahman (kiri) bersama kuasa hukum di kantor Kejari sesaat sebelum ditahan beberapa waktu lalu

Share this      

SRAGEN – Pengajuan praperadilan atas penetapan mantan bupati Sragen Agus Fatchur Rahman sebagai tersangka kasus penyelewengan kas daerah (kasda) ditolak hakim. 

Pembacaan putusan dari hakim Wahyu Bintoro, SH pada Senin (8/7) tersebut membuat tim kuasa hukum Agus kecewa. Kuasa hukum Agus, Zamzam Wathoni bersikukuh bahwa ada kesalahan terkait penetapan kliennya sebagai tersangka.

"Putusan ini sangat buruk terhadap dunia penegakan hukum. Karena kami melihat dan menyaksikan sendiri tidak sesuai dengan perkembangan nilai-nilai keadilan yang hidup dan berkembang di masyarakat,” papar Zamzam.

Dia masih heran, bagaimana mungkin hakim menilai penetapan tersangka Agus itu sah. Padahal, minimal dua alat bukti yang dipakai, dianggap Zamzam tidak sah.

Pihaknya menegaskan, alat bukti  yang utama harus diperoleh dulu. Sehingga ada kepastian unsurnya. Apalagi menyangkut kerugian negara berdasarkan Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga harus ada kepastian hukum dulu.

”Kami menyesalkan. Pertimbangan hukum yang demikian tidak mencerminkan keinginan dan nilai kemasyarakatan,” tutur Zamzam.

Pascaputusan praperadilan ini, kuasa hukum Agus akan mempertimbangkan dulu dan berdiskusi atas putusan yang dibacakan.

Sementara itu, hakim Wahyu Bintoro menyampaikan, setelah mencermati alat bukti dan memperhatikan keterangan saksi, dapat disimpulkan surat penetapan tersangka pada 5 Desember 2018 sah secara hukum. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia