Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Manajemen PT.PSS Berhutang Rp 25 Juta

09 Juli 2019, 11: 55: 59 WIB | editor : Perdana

TERKENDALA PERSOALAN RUNYAM: Pertandingan Persis Solo junior di ajang Piala Soeratin U-17 zona Jateng musim lalu.

TERKENDALA PERSOALAN RUNYAM: Pertandingan Persis Solo junior di ajang Piala Soeratin U-17 zona Jateng musim lalu. (RADAR SOLO PHOTO)

Share this      

SOLO – Persis Solo Junior (Jr) untuk kompetisi Piala Soeratin kena sanksi, khususnya diberikan Asprov PSSI Jateng kepada manajemen klub ini, yang telah membentuknya di musim lalu. 

Keputusan ini didapatkan karena musim lalu, pembentukan Persis Jr yang diambil alih oleh PT. Persis Solo Saestu yang membidani klub Persis senior, memutuskan mengundurkan diri di tengah-tengah kompetisi.

Keputusan ini membuat Asprov PSSI Jateng memberikan sanksi Persis Jr tak diperbolehkan mengikuti kompetisi Piala Soeratin musim ini. Hal ini dilakukan karena sanksi Rp 25 juta belum dibayarkan oleh tim yang musim lalu dilatih oleh Yudi Sumarwanto tersebut.

”Asprov memang memberikan kebebasan buat kita (Askot) untuk menggunakan Persis Jr di Piala Soeratin, tapi dengan catatan hutang Rp 25 juta dibayarkan dulu. Tapi kami tidak mau, karena itu tanggungjawab manajemen Persis Jr bentukan PT Saestu (PT. PSS, Red). Mereka yang musim lalu ngotot mengambil alih pembentukan tim, harusnya punya iktikad baik buat bayar,” terang Sekretaris Askot PSSI Solo, Sapto Joko Purwadi kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Seperti yang diketahui sebelumnya, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, Persis Jr yang berkompetisi di Piala Soeratin U-17 musim lalu diambil alih oleh PT. Persis Solo Saestu (PSS). Di tahun sebelumnya  Askot yang memiliki hak untuk membentuknya, karena berkaitan dengan pembinaan pemain.

PT. PSSS dadakan mengumumkan sudah menunjuk Yudi sebagai pelatih. Situasi sedikit rumik, karena  tiga bulan sebelumnya, Askot PSSI Surakarta sudah membentuk tim Persis Jr untuk kompetisi yang sama. Di mana Imam Rochmawan sudah ditunjuk sebagai pelatihnya. Akhirnya Askot PSSI Surakarta mengalah, dan memutuskan tetap mendaftar timnya ke Asprov, namun dengan nama baru, yakni Persis Muda GR Jr. Persis Muda GR sendiri adalah klub Liga 3 bentukan Asprov PSSI Surakarta.

Belakangan polemik muncul antara manajemen Persis Jr dengan PT. PSS berpolemik dengan dasar salah persepsi soal pembentukan tim, yang membuat finansial tim terkatung-katung. Hingga akhirnya Persis Jr memutuskan untuk mundur dari kompetisi yang sudah berjalan, karena alasan tak punya dana.

”Musim ini akhirnya kita memutuskan ikut Piala Soeratin menggunakan nama Persis Muda Jr, karena Persis Jr juga diputuskan untuk semusim ini kena sanksi tak boleh ikut kompetisi,” tutur Sapto.

Sementara itu Persis Muda Jr ada berada di grup 6 di ajang Piala Soeratin 2019 zona Jateng. Tim razikan Aris Budi Sulistyo tersebut akan bersaing dengan HBFC Salatiga, Persak Kebumen dan PPSM Magelang.

Sementara klub tetangga, PSIK Klaten Jr ada di grup 4, bergabung dengan Persibas Banyumas, PSCS Cilacap, dan Persibangga Purbalingga.

Di grup 1 terdiri dari Persegal tegal, Persekap Pekalongan, Persipur Purwodadi, Persijap Jepara, lalu grup 2, diisi oleh ISP Purwodadi, Persikama Kab Magelang, PSIW Wonosobo, dan Persitema Temanggung. Untuk grup 3, diisi oleh PSIR Rembang, Persik Kendal, PSD Demak, dan Persipa Pati. Sedangkan grup 5 terdiri dari Persibat Batang, Persiku Kudus, PSIP Pemalang dan PSIS Semarang Jr. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia