Minggu, 26 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Sepak Bola

Miris, Tiket Laga Persis Fotokopian

09 Juli 2019, 14: 55: 15 WIB | editor : Perdana

Miris, Tiket Laga Persis Fotokopian

MADIUN – Hasil seri 1-1 Persis Solo kontra Persik Kediri di Stadion Wilis Madiun, Sabtu (6/7), menyisakan cerita memalukan. Tiket pertandingan lanjutan Liga 2 Grup Barat itu hanya berupa kertas fotokopian. Baik kelas ekonomi hingga VIP.

Bentuk fisik tiket, tertera jadwal pertandingan, kelas tempat duduk, harga, lokasi stadion, serta waktu dan tanggal pertandingan. Tertera pula loga Liga 2 dan kedua klub yang berlaga. Ironisnya, tiket pertandingan tidak disertai nomor beserta porporasinya.

Kontroversi muncul selepas pertandingan. Setelah penonton yang hadir langsung di Stadion Wilis ramai-ramai mengunggahnya di media sosial. Mereka menyayangkan fisik tiket yang bisa disebut jauh dari kata layak untuk tim sekelas Laskar Sambernyawa (julukan Persis Solo). Selain itu, mereka juga menemukan ada kesalahan pemasangan gambar logo Persis Solo di tiket pertandingan itu.

”Saya dapat foto (tiket pertandingan) dari grup Pasoepati Mboergadoel. Saya memang tidak hadir ke sana. Saya ikut DPP Pasoepati yang boikot pertandingan,” beber Pasoepati asal Kelurahan Pajang, Laweyan Dhany, kemarin (8/7).

Kuat dugaan, tiket “ngisi-isini” tersebut sengaja dikeluarga kubu Persis lantaran kekosongan posisi panitia pelaksana pertandingan (panpel). Ketua Panpel Persis Solo M. Badres pilih mengundurkan diri sebelum launching tim di Madiun, 16 Juni silam. Sampai laga kandang perdana, Sabtu (6/7), manajemen tak kunjung menunjuk pengganti Badres.

”Dalam regulasi sebenarnya tidak masalah dan aman (dari sanksi, Red).  Tapi kan kelas sebuah klub bisa dilihat dari hal sepele sepeti tiket dan kemasan entertainment sebuah pertandingan. Selembar tiket juga merupakan sebuah penghargaan untuk suporter yang hadir,” sebut Badres.

Saat dikonfirmasi, Manajer Persis Solo Catur Prasetya tak memberi respon. Beberapa kali dihubungi melalui sambungan telepon, tidak ditanggapi. Bahkan chat yang terkirim ke WhatsApp-nya juga tidak dibalas.

Terpisah, suporter yang kecewa menumpahkan kekesalan dengan menggelar demo usai pertandingan. Mereka memblokade pintu keluar Stadion Wilis. Beruntung, pihak keamanan setempat bertindak cepat. Mengizinkan dua orang perwakilan suporter untuk bertemu dengan manajemen.

Sementara itu, perwakilan suporter ditemui Manajer Persis Catur Prasetya. Membuahkan kesepakatan manajemen bakal menemui suporter sebelum laga kontra Martapura FC di Stadion Wilis, 14 Juli mendatang. Sayangnya sejauh ini, belum ada kepastian kapan pertemuan tersebut direalisasikan. ”Sampai hari ini (kemarin) saya belum dihubungi atau dikirimi surat resmi oleh manajemen Persis Solo terkait wacana pertemuan tersebut,” beber Presiden DPP Pasoepati Aulia Haryo.

Demo ini merupakan lanjutan kekecewaan suporter atas sikap tertutup manajemen. Mereka tidak terima launching tim tetap digelar di Madiun. Hingga akhirnya Pasoepati maupun Surakartans pilih memboikot semua laga Persis. Kendati pada dua laga pertama Persis di markas Mitra Kukar dan Persiba Balikpapan, disaksikan ratusan pendukung Laskar Sambernyawa. (nik/fer/bun)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia