Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Pemkab Klaten Incar Rest Area Mandiri

09 Juli 2019, 16: 21: 15 WIB | editor : Perdana

CALON: Hutan Gergunung di Kecamatan Klaten Utara yang rencananya akan dibangun rest area tol.

CALON: Hutan Gergunung di Kecamatan Klaten Utara yang rencananya akan dibangun rest area tol. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Proyek strategis nasional (PSN) berupa Jalan Tol Solo-Jogja mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Rencananya, pemkab bakal melobi pemerintah pusat agar bisa mengelola 50 persen rest area di dalam tol. Selain itu, juga berniat membangun rest area mandiri di luar tol.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi dan UMKM, Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Klaten Wahyu Hariadi menjelaskan, rest area mandiri rencananya dibangun di sekitar gerbang tol Ngawen. Akan memanfaatkan area Hutan Gergunung. ”Tapi masih dalam tahap pembahasan,” ujarnya, kemarin (7/7).

Menurut informasi, terdapat dua titik gerbang tol di Klaten. Yakni di sisi utara Masjid Jami At-Taaawun, Kecamatan Ngawen dan Desa Kapungan, Kecamatan Polanharjo. Ada banyak keuntungan yang didapat pemkab dengan adanya rets area mandiri. Salah satunya bisa menampung seluruh produk UMKM yang ada di Klaten.

”Di Klaten ada 54 ribu UMKM. Sekitar 10-13 persennya sudah mampu bersaing. Artinya, produk dan kemasannya layak dijual. Bahkan wedang rempah sudah diekspor ke Kanada. Ada juga batik yang memiliki pasar di Eropa,” beber Wahyu.

Manfaat lainnya, yakni biaya sewa lahan yang lebih mudah. Jika dibandingkan sewa lahan di rest area dalam tol. ”Kami sudah tetapkan produk unggulan Klaten seperti batik, lurik, konveksi, keramik, mebel, logam, dan tembakau. Ada pula makanan olahan dan aneka kerajinan tangan. Produk-produk UMKM itu yang nantinya ada di rest area,” ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten Ronny Roekmito menambahkan, bupati sudah mengutarakan secara langsung kepada gubernur agar bisa mengelola 50 persen rest area di dalam tol. ”Harapannya rest area di dalam tol ada produk-produk khas Klaten,” terangnya.

Terkait peluang tersebut, Ronny mengaku cukup terbuka. ”Apakah nanti disetujui atau tidak, kan ada MoU-nya. Apalagi Klaten terdampak paling banyak dari proyek tol ini. Yakni sekitar 300 hektare,” tandasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia