Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sragen

Kandang Ayam dan Babi Ilegal Bakal Dikukut, Tetangga Terganggu Bau

09 Juli 2019, 22: 04: 08 WIB | editor : Perdana

Kandang babi ilegal yang mengganggu warga sekitar bakal ditertibkan

Kandang babi ilegal yang mengganggu warga sekitar bakal ditertibkan

Share this      

SRAGEN – Tak akan ada lagi ruang toleransi bagi pemilik usaha peternakan ilegal. Satpol PP mulai meninjau lokasi peternakan di sejumlah wilayah. Di antaranya ternak ayam di Desa Bagor, Miri dan ternak babi di Desa Ngarum, Ngrampal.

Komandan Satpol PP Sragen Heru Martono menyampaikan, dia sudah meminta jajarannya untuk meninjau lokasi kandang babi di Ngrampal. Kemudian, juga memeriksa berkas perizinan kandang ayam di Desa Bagor.

”Kita tidak segan menutup. Tapi pertama, kita peringatkan dulu sesuai tahapan, harus ada prosesnya” jelas Heru Selasa (9/7).

Bahkan selain memantau, saat ini satpol PP telah mengoordinasikan tentang keberadaan kandang babi dengan dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (BPMPTSP).

Heru yakin jika ternak babi yang jumlahnya lebih dari 100 ekor itu pasti menimbulkan bau di lingkungan. “Kecuali pemilik atau pengelola kandang membuat pager mangkok (menjalin hubungan baik, salah satunya dengan ikhlas memberi, Red) ke tetangga sekitar, itu bagus,” papar dia.

Terpisah, Sekda Sragen Tatag Prabawanto mengatakan, penegakan masalah perizinan dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) harus mulai dicanangkan. Baik itu untuk  wilayah untuk peternakan maupun kawasan lainnya.

”Dengan adanya penentuan kawasan peternak ayam maupun hewan kaki empat, seperti babi, para investor tidak bingung mencari tempat dan tidak sampai timbul gejolak di lapangan,” ujar Tatag.

Namun, lanjut dia, untuk peternakan memang harus ada klasifikasi. Seperti peternak besar, sedang, maupun kecil. Untuk ternak ayam skala besar, ketentuan jumlahnya lebih dari 2 ribu ekor. Usaha skala ini harus ada pengelolaan pembuangan limbah, sehingga tidak menganggu lingkungan. 

”Contoh di Kabupaten Karanganyar, kawasan ternak ayam berada di Jumantono dan Gondangrejo. Sehingga untuk Sragen, RTRW-nya harus mulai digagas kawasan tersebut,” tandas Tatag. (din/ria)

(rs/din/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia