Sabtu, 07 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Penyerapan Beras Masih di Bawah Target

10 Juli 2019, 08: 55: 59 WIB | editor : Perdana

TRADISIONAL VS MODERN: Gabah hasil panen diangkut dengan menggunakan dokar di jalan raya Colomadu, Karanganyar-Solo.

TRADISIONAL VS MODERN: Gabah hasil panen diangkut dengan menggunakan dokar di jalan raya Colomadu, Karanganyar-Solo. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Penyerapan beras oleh Perum Bulog Subdivre III Surakarta hingga Juni mencapai 7.600 ton. Pencapaian tersebut dinilai baru 10 persen dari target hingga akhir tahun sebesar 75 ribu ton.

Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta Mika Ramba Kendenan mengatakan, penyerapan beras tersebut memang masih jauh dari target. Bahkan pada 2018, hanya terserap 35 persen dengan target yang sama. 

“Salah satu kendala yang membuat penyerapan masih minim karena banyak petani memilih menjual hasil panen secara komersial langsung ke pasar, dibandingkan menyalurkan ke gudang Bulog,” ujarnya.

Selain itu, pada Mei dan Juni bukan merupakan puncak panen, sehingga penyerapan hanya pada kisaran 60-80 ton per hari. “Tapi saya tetap optimistis penyerapan akan naik. Usai Lebaran kemarin rata-rata penyerapan bisa sampai 200 ton per hari. Harapannya dengan volume penyerapan tersebut bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu,” jelas Mika kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin (8/7).

Meski penyerapan masih terbilang tidak tinggi, ketersediaan beras Bulog Surakarta dalam kondisi baik, yaitu mencapai lebih dari 25 ribu ton. Kondisi ini bisa sampai 4 bulan ke depan. Terlebih penyerapan masih terus berlangsung hingga saat ini. Kuota cadangan beras pemerintah juga aman, sebesar 100 ton per kabupaten. 

“Kita terus berusaha agar tetap menstabilkan harga beras. Salah satunya dengan menjaga kondisi ketersediaan beras. Secara inflasi juga masih aman, tidak menjadi komoditas yang menyumbang inflasi. Ini akan kami jaga terus, berusaha untuk tetap menstabilkan harga itu yang penting,” ujarnya.

Untuk informasi harga beras Bulog di pasaran masih stabil, yaitu untuk beras medium Bulog Rp 9 ribu per kilogram, beras premium kisaran Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu per kilogram tergantung jenisnya. (gis/bun)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia