Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Lima Kali Masuk Bui Gara-Gara Sabu

10 Juli 2019, 10: 10: 59 WIB | editor : Perdana

TINDAK TEGAS: Kapolresta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menunjukkan barang bukti narkoba yang disita.

TINDAK TEGAS: Kapolresta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo menunjukkan barang bukti narkoba yang disita. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO  - Empat kali mendekam dibalik jeruji besi tidak mambuat Rio Valentino, 24, warga Jogoprajan RT 07 RW 04, Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Solo ini kapok. Dia masih saja berurusan dengan narkotika jenis sabu-sabu. Akibatnya untuk kali kelima dia harus berurusan dengan hukum.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai bartender di salah satu pusat hiburan malam ini mengaku masih mengonsumsi sabu-sabu agar betah begadang demi pekerjaan. “Sebenarnya juga sudah tidak mau menggunakan lagi, tapi saya sudah ketagihan. Kalau tidak mengonsumsi bawaannya lemas,” paparnya. 

Setelah bebas sekitar empat bulan lalu, dia mengaku sudah sepuluh kali mengonsumsi sabu-sabu. “Tidak dipakai setiap hari. Hanya kalau merasa capek saja, terus butuh tambahan stamina. Biasanya kalau pakai itu di rumah,” jelas Rio.

Ditambahkan Rio, dia tertangkap kali pertama dan kedua dengan pidana kurungan 1 tahun. Ketika tertangkap kali ketiga, dia dihukum sekitar 1,5 tahun, sedangkan yang keempat dia mendekam di balik jeruji besi dua tahun lamanya.

Kasat Narkorba Polresta Surakarta Kompol Sugiyo mengatakan, pelaku tertangkap Senin lalu (1/7) saat mengambil paket sabu-sabu di pinggir Jalan Kahuripan Utara Raya No. 92B , Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari . “Kita telah mendapat informasi terkait adanya transaksi tersebut, kemudian anggota memantau dan ternyata benar,” ujarnya.

Ditambahkan Sugiyo, sekitar pukul 18.10, anggota mendapati ada gerak-gerik mencurigakan. Ternyata Rio sedang mencari sabu-sabu di kawasan tersebut. Setelah menemukan barang yang dicari, anggota yang sudah mengintai langsung menciduk pelaku. “Ketika digeledah ada satu paket sabu-sabu seberat 0,54 gram,” tuturnya.

Pelaku langsung dijerat dengan pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara. “Kami masih memburu jaringan yang ada di atasnya. Namun sayang ketika akan dilacak, nomor HP dari jaringan di atasnya sudah dihapus dari HP pelaku,” kata Sugiyo.

Diakui Sugiyo, selama ini kesulitan anggota dalam mengungkap jaringan di atasnya karena informasi terputus di pelaku yang berhasil ditangkap. “Ketika ditangkap rata-rata mereka mengaku dari jaringan lapas. Tapi kami tidak punya banyak bukti untuk menguak hal tersebut,” ujar Sugiyo.

Meski sulit, Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ribut Hari Wibowo optimistis kalau anggotanya tetap bisa menumpas narkotika. Gendering perang terhadap penumpasan nakorba di Kota Bengawan tetap ditabuh. Terbukti dalam kurun waktu sejak Juni hingga Juli tahun ini, sedikitnya 13 tersangka narkotika termasuk Rio berhasil diamankan.

Para pelaku antara lain Andi Feriyanto alias Peno, Donny Kristanto, Yota Indra Prakasa, Diska Hino Nugroho, Suryo Sudiono, dan Adi Mustofa. Kemudian Budi Setiyawan, Bambang Hariyanto, Eko Setiono, Aris Sulistyo, Tri Warno alias Kebo, dan Heri Sri Wijarwanto.  

“Dari tangan mereka kita berhasil mengamankan sabu-sabu hampir seberat 12 gram,28 butir pil Alprazolam, serta 1 butir inex,” kata Ribu

Mereka rata-rata merupakan pengguna. Namun juga ada yang statusnya pengedar atau kurir. Dari belasan ini empat merupakan residivis, yaitu Rio Valentino, Andi Feriyanto, Adi Mustofa, dan Tri Warno. Rata-rata mereka masih menggunakan modus lama yaitu memesan dan barnag dikirim disuatu tempat.

Ditambahkan kapolresta, penangkapan sabu akan terus dilakukan guna menurunkan status Kota Bengawan di peringkat kedua peredaran sabu-sabu di wilayah Jawa Tengah. 

“Kamia akan bersinergi dengan BNK Solo dan intansi lain. Kami yakin semakim lama peredaran sabu bisa kita tekan. Upaya-upaya preventif dengan memberdayakan keluarga dan masyarakat Solo juga terus kami lakukan,” ujar Kapolresta. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia