Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Pesan Angkot Bisa via Online Bakal Resmi Diterapkan Tahun Ini

10 Juli 2019, 11: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Pesan Angkot Bisa via Online Bakal Resmi Diterapkan Tahun Ini

SOLO - Kehadiran angkutan online membuat peta persaingan bisnis transportasi semakin ketat. Tidak mau tergusur dengan kemajuan zaman, Pemkot Surakarta bakal menerapkan sistem online bagi penumpang angkutan kota (angkot) atau feeder dalam waktu dekat. Penumpang cukup memesan lewat aplikasi via smartphone.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Hari Prihatno mengatakan, pihaknya telah mematangkan konsep layanan online bagi angkot di Kota Bengawan. Hingga saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak penyedia aplikasi soal fitur dan layanan yang akan dipakai sebelum dikenalkan kepada publik. 

“Jadi angkot ini nanti akan dijalankan menggunakan aplikasi seperti Gojek atau Grab. Pemesanan nanti bisa melalui handphone setelah mengunduh aplikasi,” jelas Hari pada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (9/7).

Meski demikian, angkot masih menggunakan standar operating procedure (SOP) dan trayek yang sama seperti saat ini. Perubahan hanya pada ranah peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Harapannya dapat menjangkau hingga titik pemesanan di permukiman warga yang ditunjukkan lewat aplikasi. “SOP masih sama, maksimal penumpang 12 orang. Mari tingkatkan layanan dalam hal teknologi, namun tidak mengurangi keselamatan,” terang Hari. 

Meski pelayanan mampu menjangkau lebih luas, Hari memastikan angkot masih menggunakan trayek yang sama sesuai koridor masing-masing. Bedanya, sistem trayek itu akan dikembangkan menjadi pola zonasi sehingga memungkinkan pengemudi menjangkau kawasan yang lebih luas. 

“Jika selama ini angkot hanya mengambil di satu titik dalam trayek, ke depan akan melebar ke kanan dan kiri trayek sampai radius 200 meter untuk menjangkau penumpang. Namun, jika melampaui titik penjemputan angkot tidak boleh berputar atau mundur. Artinya, penumpang itu jatah angkuta selanjutnya,” kata dia. 

Hari menjelaskan, konsep tersebut sudah diterapkan di Bekasi, Jawa Barat. Pihaknya sudah mengkaji dan studi banding ke sana untuk penerapan  aplikasi ini. Termasuk sosialisasi terkait wacana tersebut kepada para driver angkot di Solo. 

“Sudah kami sosialisasikan. Tanggapannya beragam. Mengenai tarif, dishub masih belum memutuskan, namun tidak akan jauh berbeda dengan tarif lama. Yang jelas, di Bekasi sudah diterapkan bagus dan menguntungkan juga bagi para driver. Nah, tahun ini begitu kelengkapannya selesai akan kami kenalkan pada masyarakat,” terang Hari.

Menanggapi wacana dari pemkot, Ketua Paguyuban Angkutan Kota Surakarta Trans Roda Sejati Triyono memastikan para driver angkot mendukung penuh wacana tersebut. Pihaknya berharap aplikasi tersebut bisa memaksimalkan pendapatan rutin para pengelola angkutan kota. “Kalau di Bekasi namanya Tron. Konsepnya melayani masyarakat seperti biasa (dalam trayek, Red), namun dimaksimalkan dengan aplikasi,” tambah Triyono. (ves/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia