Kamis, 12 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Harga Cabai Rawit Makin “Pedas”, Tembus Rp 55 Ribu per Kilogram

10 Juli 2019, 06: 15: 59 WIB | editor : Perdana

Harga Cabai Rawit Makin “Pedas”, Tembus Rp 55 Ribu per Kilogram

SOLO – Harga sejumlah komoditas pokok di pasaran terpantau tinggi. Salah satunya cabai rawit. Diduga, kenaikan harga karena minimnya stok cabai di pasaran. Imbas dari gagal panen di sejumlah sentra cabai.

Pedagang cabai Pasar Gede Samini, 47, mengaku lonjakan harga sudah terasa sejak sepekan terakhir. Kenaikan harga cabai hampir terjadi setiap hari. Saat ini harga cabai rawit Rp 55 ribu per kilogram (kg). Normalnya, hanya Rp 15 ribu per kg. 

Kenaikan harga juga dialami cabai merah besar. Saat ini tembus Rp 55 ribu per kg. ”Sekarang ini harga cabai sedang tinggi-tingginya. Bahkan harga cabai rawit sama dengan cabai merah besar. Semua jenis cabai rata-rata harganya naik semua,” terang Samini, kemarin (9/7).

Dari informasi yang didapat, kenaikan harga karena banyak petani cabai gagal panen. Dipengaruhi datangnya musim kemarau. Tanaman di sejumlah sentra cabai banyak yang layu dan mati.

”Tapi mau bagaimana lagi, semua orang butuh cabai untuk bumbu masakan dan pelengkap. Jadi mau tidak mau ya harus stok,” beber Samini.

Sarmini mengaku mendapat stok cabai dari kawasan Boyolali. Kenaikan harga ini sangat berisiko jika menyetok cabai dalam jumlah besar. Dikhawatirkan jika tidak laku, cabai cepat membusuk.

Sementara itu, kenaikan harga juga dialami cabai merah keriting. Naik dari Rp 55 ribu jadi Rp 60 ribu per kg. Cabai besar dari Rp 20-25 ribu jadi Rp 30 ribu per kg. Sedangkan cabai rawit hijau dari Rp 13-15 ribu jadi Rp 50 ribu per kg.

Komoditas lainnya seperti harga bawang merah terpantau stabil di harga Rp 30 ribu per kg. Bawang putih juga stabil Rp 35 ribu per kg. Sedangkan harga daging ayam potong mengalami kenaikan dari Rp 30 ribu jadi Rp 32 ribu per kg.

Pedagang ayam Pasar Gede Haryanti mengaku kenaikan harga mengikuti peternak. Sejak ada aksi bagi-bagi ayam gratis, harga dari peternak naik dari Rp 14 ribu jadi Rp 20 ribu per kg. Dalam kondisi hidup.

”Saya berharap harga bisa normal kembali di angka Rp 18 ribu per kg hidup. Sehingga pedagang bisa menjual daging ayam potong Rp 30 ribu per kg, sesuai dengan kondisi normal. Tidak diombang-ambingkan. Kadang harga terlalu rendah, kadang tinggi sekali,” ujarnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia