Jumat, 06 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kecewa Hasil Pilkades, Warga Geruduk Kantor Kecamatan

10 Juli 2019, 19: 22: 31 WIB | editor : Perdana

DEMO: Ratusan warga Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo mendatangi kantor kecamatan setempat untuk menyampaikan protes atas hasil Pilkades, kemarin (9/7). 

DEMO: Ratusan warga Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo mendatangi kantor kecamatan setempat untuk menyampaikan protes atas hasil Pilkades, kemarin (9/7).  (TRI WIDODO/RASO)

Share this      

BOYOLALI – Pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Boyolali, 29 Juni lalu masih menyisakan polemik. Kecewa terhadap hasil pilkades, ratusan warga Desa Butuh menggelar demo di Kantor Kecamatan Mojosong, kemarin (9/7). Mereka menuntut adanya penghitungan ulang kertas print out pilkades sistem e-voting.

Aksi demo massa pendukung Calon Kepala Desa (Cakades) Joko Marsila ini dimulai dari gerbang Kebun Raya Indrokilo Boyolali. Menggunakan puluhan sepeda motor dan dua unit truk, warga berjalan menuju Kantor Kecamatan Mojosongo. Setiba di sana, mereka segera membentangkan sejumlah spanduk bernada protes. 

Tak lama, salah seorang koordinator aksi maju ke barisan depan. Berorasi dengan pengeras suara. Menyuarakan protes warga yang intinya menolak hasil pilkades e-voting di Desa Butuh.

Sekretaris aksi unjuk rasa Marhudi menyebut, warga mengajukan dua opsi. Pertama, dilakukan penghitungan ulang kertas print out secara manual. Jika hal itu tak bisa dilakukan, warga menuntut pilkades ulang secara manual.

”Warga Desa Butuh sudah mengajukan petisi yang intinya keberatan dengan pilkades secara e-voting. Namun hal tersebut tak ditanggapi,” protes Marhudi, kemarin.

Warga juga mencium indikasi pelanggaran yang dilakukan Panitia Pilkades Butuh. Misalnya, hasil pemilihan suara tak ditampilkan melalui media elektronik. Padahal dalam peraturan bupati (perbub) tentang pilkades, telah diatur hal tersebut.

Kemudian, peralatan e-votting tak berfungsi normal. Seperti printer dan keyboard yang sempat mengalami kerusakan. ”Parahnya, hasil print out tak tercantum nama Desa Butuh dan Kecamatan Mojosongo. Hanya tulisan Desa X dan Kecamatan X,” bebernya.

Perwakilan pendemo akhirnya ditemui Camat Mojosongo Eko Nugroho. Dalam dialog, camat mengajak warga tetap menjaga ketertiban. Sayangnya, dialog berujung deadlock.

Eko menyebut protes warga Desa Butuh sudah masuk tingkat tim pengendali kabupaten. Pihak kecamatan berjanji bakal memberi keputusan atas tuntutan warga ini, selambat-lambatnya 10 hari mendatang. ”Karena masyarakat menginginkan 10 hari, jadi akan kami usahakan. Semoga kami bisa memberikan solusi terbaik sesuai undang-undangan yang berlaku,” tandasnya.

Sementara itu, Pilkades Butuh diikuti lima cakades. Dimenangi Agus Haryono yang memperoleh suara 864 suara. Sedangkan Joko Marsila hanya meraup 846. Kemudian tiga cakades lainnya, yakni Budi Pramono (3 suara), Dwi Santoso (2 suara), dan Bambang Wartono (4 suara). (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia