Rabu, 20 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Alana Reduksi Plastik, Sedotan dan Botol Air Mineral Diganti

11 Juli 2019, 10: 40: 59 WIB | editor : Perdana

RAMAH LINGKUNGAN: Kerajinan sedotan dari bambu di Desa Ngringo, Palur, Karanganyar. Saat ini, kalangan perhotelan di Kota Solo sudah tidak lagi memakai sedotan plastik.

RAMAH LINGKUNGAN: Kerajinan sedotan dari bambu di Desa Ngringo, Palur, Karanganyar. Saat ini, kalangan perhotelan di Kota Solo sudah tidak lagi memakai sedotan plastik. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Maraknya kasus sampah plastik yang menumpuk di laut maupun tempat lainnya membuat pemerintah mendorong semua pihak untuk mengurangi penggunaannya. Hal ini disambut positif oleh kalangan perhotelan. Mereka mulai mengurangi barang-barang plastik seperti sedotan dan botol air mineral.

Asssitant Public Relation Manager The Alana Hotel & Convention Center-Solo Angela mengaku pihaknya sangat mendukung program go green. Termasuk upaya mengurangi penggunaan bahan-bahan dari plastik. Upaya ini sudah dimulai sejak 1 April.

Angela menyebut pihaknya sudah menggunakan water junk sebagai pengganti botol air mineral saat ada agenda meeting. Water junk bahkan juga digunakan di kamar hotel. Meski harus mengelurkan cost yang cukup besar, namun jangka panjangnya cukup positif. Tujuan menggalakkan program save the world bisa tercapai.

”Memang harus ada beberapa hal yang berubah. Seperti pengadaan water junk yang biasanya pakai botol air mineral langsung dibuang setelah acara. Tetapi kalau tidak kami mulai dari sekarang, tidak akan ada perubahan,” jelas Angel, kemarin (10/7). 

Penggantian botol air mineral dengan water junk juga menyasar kamar hotel. Tamu yang menginap hanya disediakan water junk dan gelas dari bahan kaca. Pihak hotel juga menyediakan isi ulang air mineral di dispenser. Setiap lorong-lorong kamar disediakan dua unit dispenser.

Pada awal perubahan kebijakan ini, ada beberapa tamu hotel yang kebingungan. Namun pihak hotel terus memberikan edukasi terkait hal tersebut. Ke depan pihak hotel berencana mengganti sedotan plastik yang masih beredar. Namun, hal tersebut masih dalam diskusi.

Kebijakan serupa juga diterapkan Harris Hotel and Conventions Center Solo. Mereka tidak lagi menggunakan sedotan untuk keperluan food and beverage (F&B). Marketing Communication Harris Hotel and Convention Solo Daniyal Faqih mengaku per 28 April, kebijakan ini sudah diberlakukan. Sedotan plastik diganti dengan bahan dari kertas.

”Sedotan itu tidak kami berikan pada saat service minuman. Kalau tamu meminta sedotan, baru kami berikan. Sedotan ini kami buat dari kertas, namun tetap aman. Sejauh ini banyak tamu yang teredukasi. Karena tidak kami beri sedotan, mereka pun juga tidak banyak yang meminta,” tandasnya. (gis/fer)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia