Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Features

Pengalaman Ciao Lucifer Manggung di Lokananta

11 Juli 2019, 09: 10: 59 WIB | editor : Perdana

ENERGIK: Perform band asal Belanda Ciao Lucifer di Lokananta, Rabu (3/7).

ENERGIK: Perform band asal Belanda Ciao Lucifer di Lokananta, Rabu (3/7). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

Duo musisi asal Amsterdam, Belanda Marnix Dorrestein dan Willen Wits yang tergabung dalam band Ciao Lucifer baru saja menggelar konser di Lokananta, Rabu (3/7). Meski hanya satu jam menghibur para penikmat musik di Solo, mereka mengaku puas. Tak lupa memberi pujian selangit terhadap studio rekaman musik tertua di Indonesia tersebut.

SILVESTER KURNIAWAN, Solo

SUASANA konser musik Ciao Lucifer di Lokananta, Rabu (3/7) memang tak begitu ramai. Malah terkesan seperti privat party. Cahaya temaram mengiringi langkah Marnix Dorrestein dan Willen Wits, pentolan Ciao Lucifer menuju panggung sederhana di Studio Utama Lokananta. 

Iringan musik remix khas Ciao Lucifer mengiringi mereka berdua saat sedang check sound. Tak berselang lama, rangkaian nyala lampu sorot warna-warni membuka konser musisi band indi asal Negeri Kincir Angin itu.

Pada malam itu, mereka berdua membawakan sekitar 20 tembang ciptaan sendiri. Bisa dibilang, lagu-lagu mereka masih ”asing” di telinga. Namun, seluruh penonton yang datang terlihat larut dan terbuai suasana. Ada yang berjingkrak-jingkrak, menari, bahkan sekadar geleng kepala atau menggoyangkan jari tangan.

”Studionya sangat besar. Sound-nya bagus. Saya sangat terkesan. Apalagi kawan-kawan di Solo yang hadir dan menonton malam ini, semuanya ramah dan menyenangkan,” ujar Marnix kepada Jawa Pos Radar Solo usai manggung.

Marnix tak henti-hentunya memuji kemegahan Lokananta. Dia tak ragu melontarkan rasa bangga, bisa menggelar mini konser di studio rekaman musik tertua di Indonesia tersebut. ”Kami berdua datang ke Indonesia karena program dari Erasmus Huis (Pusat Kebudayaan Indonesia di Belanda, Red). Khusus konser di Lokananta, karena banyak teman yang merekomendasikan,” beber gitaris sekaligus vokalis Ciao Lucifer ini. 

Usai dipilih masuk program Erasmus Huis, Marnix dan Willem mulai berselancar di dunia maya. Mencari tahu Lokananta. Mereka jadi makin penasaran, karena banyak tulisan yang menerangkan betapa hebatnya Lokananta.

”Setelah kami cek di internet, ternyata arsip-arsip rekaman musik dari berbagai era masih tersimpan rapi. Bahkan studio produksinya masih berfungsi. Kami pikir ini ide bagus. Akhirnya kami putuskan konser di Lokananta,” kenang Marnix. 

Duo musisi itu kian berapi-api untuk bertahan di industri musik indi. Apalagi setelah berkesempatan melongok dapur rekaman di Lokananta.

”Saat kami tiba, dapat tur singkat dari pihak pengelola. Kami diajak masuk studio rekaman dan diputarkan beberapa lagu yang pernah diproduksi. Saat itu juga kami merasa mendapat suntikan energi baru untuk melahirkan ide-ide kreatif,” sahut Willem.

Penggebuk drum dan vokalis Ciao Lucifer ini merasakan secara langsung, suasana rekaman di dalam studio Lokananta. Ide-ide liar mengalir seketika. Hebatnya lagi, Ciao Lucifer langsung menelurkan karya baru yang juga dibawakan dalam mini konser malam itu.

”Masih banyak ide yang terlintas begitu saja dari pengalaman kami di Lokananta. Ini kenangan yang sangat asyik,” timpalnya. 

Kesempatan emas mengunjungi Lokananta tak dilepas Ciao Luifer untuk menjajal kehebatan alat rekaman. Meski terbilang zaman dulu alias jadul, mereka menganggap kemampuan alat rekaman di Lokananta termasuk kategori terbaik.

”Pengalaman berharga ini bisa kami ceritakan ke kawan-kawan musisi lainnya. Supaya makin banyak musisi yang tahu kehebatan Lokananta,” ucap Willem. (*/fer/bun)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia